Bill Gates Ungkap Sektor yang Mengganggunya dalam Upaya Atasi Perubahan Iklim

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bill Gates, 63 tahun, menempati urutan kedua sebagai orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes sekitar 90 milliar Dollar AS. REUTERS

    Bill Gates, 63 tahun, menempati urutan kedua sebagai orang terkaya di dunia 2018 versi Forbes sekitar 90 milliar Dollar AS. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Bill Gates bicara dengan nada optimis saat membahas kemampuan dunia untuk mengatasi perubahan iklim. Namun saat menyentuh bidang manufaktur, dia khawatir.

    Menurut dia, saat ini tidak ada cara untuk membuat baja atau semen tanpa melepaskan emisi pemanasan iklim. Sedangkan pemerintah-pemerintah maupun investor tidak berusaha keras untuk memecahkan masalah itu, kata Gates.

    “Itu adalah sektor yang paling mengganggu saya,” kata Gates dalam wawancara video dengan Reuters menjelang publikasi bukunya minggu ini, “Bagaimana Menghindari Bencana Iklim” seperti dikutip Antara, Selasa, 16 Februari 2021.

    Pengembang perangkat lunak yang berubah menjadi filantropi ini telah menginvestasikan sekitar US$ 2 miliar untuk pengembangan teknologi bersih. Tetapi investasi tersebut sebagian besar dalam pembangkit dan penyimpanan listrik.

    Manufaktur- terutama dalam konstruksi baja dan semen yang murah - menyumbang sekitar sepertiga dari emisi gas rumah kaca global. Menurut dia, itu membuat manufaktur lebih mencemari daripada sektor listrik atau transportasi, yang mendapat perhatian lebih besar dalam kebijakan dan investasi. Dan sektor manufaktur akan tumbuh, seiring dengan peningkatan populasi global dan negara-negara berkembang lebih lanjut.

    “Orang-orang masih membutuhkan tempat tinggal dasar, tentunya di negara-negara berkembang,” kata Gates, salah satu pendiri Microsoft Corp. “Sepertinya kita tidak akan berhenti membangun gedung.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.