Garap Baterai Kendaraan Listrik, Pertamina Lirik 2 Bisnis Potensial

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 9 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 9 Desember 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kini masuk bisnis pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) battery di tanah air. Dari sejumlah potensi bisnis, ada dua segmen yang dilirik Pertamina.

    Pertama yaitu segmen mobility. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menilai segmen ini memiliki potensi pengembangan yang besar di Indonesia, khususnya untuk baterai bagi kendaraan listrik roda dua.

    "Potensinya lebih cepat dibandingkan roda empat," kata Nicke dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2021.

    Kedua yaitu segmen Energy Storage System (ESS). Menurut dia, peluang pengembangan ESS ini cukup besar di Indonesia. Sebab, terdapat potensi untuk menjaga kehandalan suplai dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

    "ESS ini pasar yang besar. Sehingga di masa depan, Pertamina pun akan masuk ke sana,” kata Nicke.

    Meski demikian, Pertamina tidak sendirian. Mereka kini sudah sudah bergabung di Indonesia Battery Holding (IBH) untuk mengembangkan ekosistem EV Battery ini.

    Di dalam holding, Pertamina bergabung bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Aneka Tambang (Antam). Ada tujuh tahap yang dilakukan holding. Dua tahap di sektor hulu yaitu mining dan refining, menjadi urusan Inalum dan Antam.

    Sementara, Pertamina akan bergerak pada empat lini tengah atau hilir, yaitu precursor, cathode, battery cell, dan battery pack. Lalu satu tahap terakhir di sektor hilir yaitu recycling akan diurus Pertama bersama PLN.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: Bisnis Penyimpanan Energi, Incaran Pertamina, Tesla, sampai Samsung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?