Survei BI: Perbaikan Keyakinan Konsumen Tertahan pada Januari 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilih baju di Blok A pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), peredaran uang kartal menurun dari 6,17% (year on year / yoy) pada Juli menjadi 5,82% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi Rp. 762,1 triliun.  Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung memilih baju di Blok A pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), peredaran uang kartal menurun dari 6,17% (year on year / yoy) pada Juli menjadi 5,82% (yoy) pada Agustus 2020 menjadi Rp. 762,1 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan perbaikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tertahan pada Januari 2021. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK Januari 2021 sebesar 84,9, lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada Desember 2020 sebesar 96,5.

    "Perbaikan keyakinan konsumen yang tertahan pada Januari 2021 terutama disebabkan menurunnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan yang akan datang," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Januari 2021.

    Perkembangan tersebut disebabkan oleh perkiraan terhadap ekspansi kegiatan usaha, ketersediaan lapangan kerja, dan penghasilan ke depan yang tidak sekuat pada bulan sebelumnya.

    "Meskipun demikian, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap terjaga dan berada pada level optimistis (indeks lebih dari 100)," ujarnya.

    Ekspektasi konsumen yang masih optimis ini, kata dia, diharapkan akan membaik ke depan sehingga mendukung perbaikan keyakinan konsumen.

    Perbaikan keyakinan konsumen yang tertahan pada Januari 2021 terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan mayoritas kelompok usia. Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 14 kota cakupan survei, dengan penurunan terbesar di kota Surabaya, diikuti oleh Bandung dan Mataram.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.