Siang Ini, DPR Panggil Menhub hingga KNKT Soal Kecelakaan Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat acara tabur bunga korban Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Acara tabur bunga tersebut dilakukan diatas KRI Semarang dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana saat acara tabur bunga korban Sriwijaya Air SJ182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Acara tabur bunga tersebut dilakukan diatas KRI Semarang dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu siang, 3 Februari 2021, dalam rapat dengar pendapat. Dewan dan regulator bakal membahas kecelakaan pesawat Siwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu.  

    “(Rapat berlangsung) Pukul 13.00 WIB,” ujar Ketua Komisi V DPR Lasarus saat dihubungi pada Rabu, 3 Februari 2021.

    Lasarus mengatakan Komisi akan mendengarkan penjelasan menyeluruh terkait insiden kecelakaan pesawat SJ-182. Selain Menteri Perhubungan, Komisi V turut mengundang direksi Sriwijaya Air, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT); Basarnas; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta AirNav Indonesia.

    Sriwijaya Air SJ-182 yang membawa 50 penumpang dan 12 awak pesawat jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Dalam operasi SAR, tim gabungan menemukan 325 kantong potongan tubuh korban, 68 kantong serpihan kecil pesawat, dan 55 bagian badan pesawat termasuk kotak hitam berupa flight data recorder atau FDR.

    Tim SAR telah menghentikan evakuasi terhadap korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air setelah 13 hari pencarian. Operasi dilanjutkan oleh KNKT untuk mencari memori kotak hitam berupa CVR untuk keperluan investigasi. KNKT akan menyelesaikan laporan awal investigasinya dalam 30 hari setelah kecelakaan terjadi.

    Baca: Pengacara Korban Sriwijaya Air SJ-182 Klaim Temukan Indikasi Kesalahan Boeing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.