Chatib Basri: Frekuensi Belanja Masyarakat Pulih tapi Nilainya Kecil

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M. Chatib Basri. ANTARA/Fanny Octavianus

    M. Chatib Basri. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan secara frekuensi, belanja masyarakat telah kembali ke kondisi sebelum pandemi Covid-19. Namun, nilainya masih lebih kecil dari kondisi sebelum Covid-19.

    "Masalahnya, dia sering belanja tapi nilainya kecil. Karena pola belanjanya berubah," ujar Chatib dalam webinar, Jumat, 29 januari 2021.

    Dia berujar belanja kelompok menengah ke atas masih di bawah kondisi pra-Covid-19. Adapun konsumsi yang telah kembali ke kondisi sebelum pagebluk adalah dari kelompok menengah ke bawah.

    "Kenapa sudah kembali ke pra-Covid, karena porsi belanja paling banyak dari kelompok menengah bawah adalah makanan dan kebutuhan esensial. Orang tidak mungkin kurangi kebutuhan esensialnya," tutur dia.

    Kondisi itu berbeda dengan kelompok menengah ke atas. Kelompok ini, tutur Chatib, paling banyak berasal dari belanja liburan, hiburan, dan barang-barang seperti kendaraan bermotor dan rumah. Belanja inilah yang terganggu lantaran pandemi.

    "Padahal porsi konsumsi terbesar itu di kelas menengah atas. Jadi meskipun kelas menengah bawah sudah kembali belanja, tapi dia belum cukup mendorong konsumsi rumah tangga," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.