15 Pemulung yang Dipekerjakan di Proyek Waskita Akan Dievaluasi Berkala

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan sejumlah mantan PMKS yang dipekerjakan di PT Waskita Karya di Kantor proyek Tol Becakayu, Kota Bekasi, Kamis, 21 Januari 2021. Sebelumnya, Risma juga menyalurkan lima mantan PMKS bekerja di anak usaha PT PP yang mengembangkan proyek superblok di Kalimalang, Bekasi yaitu Grand Kamala Lagoon. Kelimanya bekerja sebagai petugas kebersihan dan tukang kebun. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Menteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan sejumlah mantan PMKS yang dipekerjakan di PT Waskita Karya di Kantor proyek Tol Becakayu, Kota Bekasi, Kamis, 21 Januari 2021. Sebelumnya, Risma juga menyalurkan lima mantan PMKS bekerja di anak usaha PT PP yang mengembangkan proyek superblok di Kalimalang, Bekasi yaitu Grand Kamala Lagoon. Kelimanya bekerja sebagai petugas kebersihan dan tukang kebun. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 15 pemulung yang dipekerjakan di proyek PT Waskita Karya Tbk akan memperoleh evaluasi secara berkala. Pemulung-pemulung ini sebelumnya ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini di beberapa titik di DKI Jakarta.

    “PPKS (pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial) tersebut akan dievaluasi kinerjanya secara berkala sesuai standar yang diterapkan di Waskita,” tutur President Director Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam keterangan yang disampaikan humas kepada Tempo, Minggu petang, 24 Januari 2021.

    Baca Juga: Antar Pemulung ke Waskita Karya, Mensos Risma: Kehidupan Mereka Bisa Lebih Baik

    Destiawan menjelaskan para pemulung yang terlibat dalam proyek-proyek Waskita akan berstatus sebagai pekerja harian. Sebelum mulai bekerja, kelompok PPKS ini telah memperoleh pengarahan dan pelatihan singkat terkait dunia konstruksi.

    Mereka juga telah memperoleh pembinaan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur Bekasi selama dua pekan. Destiawan berharap pelatihan kerja itu menjadi modal bagi PPKS untuk memperoleh pekerjaan lebih layak.

    “Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut program pengentasan kemiskinan yang digagas Menteri Sosial,” katanya. Ia memastikan perseroan telah mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki para pemulung sebelum dipekerjakan di proyek Waskita Karya.

    Adapun Risma telah bekerja sama dengan perusahaan BUMN untuk menyerap tenaga kerja berlatar belakang PPKS. Selain di Waskita, beberapa pemulung telah ditempatkan di proyek milik anak usaha PT PP Properti Tbk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?