Yusuf Mansur Beberkan Sebab Sebut Kode Saham: Niat Ngajar, Contoh jadi Riil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI), yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT Info Media Digital atau Tempo.co. TEMPO/Charisma Adristy

    Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, berbicara dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. PT Veritra Sentosa Internasional (TRENI), yang dikenal dengan PayTren, membeli 5 persen saham PT Info Media Digital atau Tempo.co. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustad Yusuf Mansur menjelaskan panjang lebar soal alasannya beberapa kali menyebutkan nama kode saham saat mengajak pengikutnya mencermati suatu perusahaan.

    Melalui postingan di Instagramnya, @yusufmansurnew, ia menyatakan sebab penyebutan nama saham semata-mata sebagai bentuk pembelajaran ke pada follower-nya yang kini mencapai 2,8 juta orang dan sekiranya butuh contoh riil. "Alasannya ya tetep butuh contoh. niat ngajar aja. dan contohnya jd riil," ucapnya, Rabu, 20 Januari 2021.

    Ia lalu mencontohkan pernah menyebutkan saham BCAP (PT MNC Kapital Tbk). Terkait hal itu Yusuf juga pernah menyebut MNC Group mempekerjakan kurang lebih 30 ribu orang. 

    Artinya, kata Yusuf, walaupun hanya 1 lot yang dimiliki, investor merupakan pemegang saham dan sama saja dengan telah memperkerjakan 30 ribu orang tersebut. "Ini jalan luar biasa yang diberi Allah. sehingga jika ada kebutuhan dan keperluan dari rizkinya Allah, tinggal doa aja. lalu berwasilah dg wasilah amal ngegaji sebanyak itu," ucapnya.

    Yusuf kemudian menyebutkan pernah me-mention saham GIAA atau PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ia beralasan dengan memberi contoh riil, akan ada gambaran ke pengikutnya bahwa bila orang memiliki saham perusahaan bisa turut menjalankan dan beramal lewat perusahaan tersebut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.