Saran Lo Kheng Hong: Pegang Saham yang Bagus Selamanya Seperti Memiliki Istri

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Investor senior yang kerap mendapat julukan Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong, memberikan wejangan agar investor yang memiliki saham emiten hebat atau perusahaan kakap harus disimpan selamanya, layaknya suami atau istri.

    Sementara itu, untuk saham komoditas, investor harus berhati-hati karena fluktuasinya yang cepat. Adapun, LKH tercatat memiliki sejumlah saham di emiten energi dan tambang Grup Indika.

    Lo Kheng Hong mengaku tidurnya menjadi lebih cepat jika memegang saham sektor komoditas. Pasalnya, sektor ini memiliki harga yang fluktuatif dan perlu perhatian khusus.

    "Tidur berapa lama? Tergantung, kalau beli komoditas, tidurnya mungkin lumayan cepat. Karena komoditas itu harganya fluktuatif, cepat sekali. Ada juga yang harus kita tunggu lama," ungkapnya, Senin 18 Januari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Menurutnya, yang terbaik ketika investor sudah memiliki saham emiten yang kuat seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). Saham-saham seperti ini yang harus disimpan selamanya.

    Saham jenis seperti ini layaknya seorang istri memiliki suami dan suami memiliki istri itu harus disimpan selamanya. Kalau memiliki perusahaan yang sudah sangat bagus jangan dijual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.