Kata Dirjen Migas Soal Penunjukan Mitra Pertamina di Blok Rokan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menyerahkan pemilihan mitra pengelolaan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero).

    "Tentang partner pertamina dalam hal ini, pertamina sedang melakukan kajian itu, siapa partner yang paling tepat. Itu urusan B2B (business to business)," ujar Tutuka dalam konferensi video, Senin, 18 Januari 2021.

    Kendati demikian, ia mengatakan pemilihan mitra ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan blok migas tersebut ke depannya. "Ini sangat penting menentukan keberhasilan ke depan. Baik dari segi kompetensi, maupun finansial. Itu yang pokok."

    Tutuka mengatakan Blok Rokan menjadi salah satu andalan produksi nasional. Karena itu, ia mengatakan perlunya kehati-hatian dalam menangani wilayah tersebut. Saat ini, proses transisi pengelolaan di Blok Rokan masih berjalan.

    "Pengeboran yang dijanjikan oleh Chevron itu telah dilaksanakan dan sekarang dilakukan pengeboran selanjutnya untuk mencapai target," ujar Tutuka.

    Sebelumnya, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus berupaya mempercepat transfer data eksplorasi dan eksploitasi lapangan utama agar bisa segera menyiapkan kegiatan pemboran 44 sumur di Blok Rokan.

    Pertamina menargetkan dapat segera melakukan pemboran tersebut setelah masa peralihan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PHR pada 9 Agustus 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.