PLN Normalkan 88 Persen Gardu Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang melanda kampung Mahawu, Manado, Sulawesi Utara, Minggu 28 April 2019. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Manado dan sekitarnya selama lebih dari 18 jam, menyebabkan luapan air di sepanjang Daerah aliran Sungai (DAS) Tondano serta merendam permukiman warga di sekitarnya dengan ketinggian berkisar dari 50 cm hingga dua meter. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

    Warga melintasi banjir yang melanda kampung Mahawu, Manado, Sulawesi Utara, Minggu 28 April 2019. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Manado dan sekitarnya selama lebih dari 18 jam, menyebabkan luapan air di sepanjang Daerah aliran Sungai (DAS) Tondano serta merendam permukiman warga di sekitarnya dengan ketinggian berkisar dari 50 cm hingga dua meter. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

    TEMPO.CO, Jakarta - PLN telah menyalakan kembali 694 gardu dari 784 gardu yang teridentifikasi terdampak banjir dan tanah longsor sejak Sabtu hingga Minggu sore pukul 17.00 WITA. Hal tersebut berdampak terhadap nyalanya listrik kembali 77.034 pelanggan dari total 87.024 pelanggan yang sebelumnya terhenti pasokan listriknya untuk keamanan ketenagalistrikan.

    Petugas PLN dengan cepat menginventarisasi infrastruktur yang terdampak dan penormalan kembali secara bersamaan untuk memastikan keamanan ketika listrik listrik dinyalakan.

    “PLN terus berusaha menormalkan kembali daerah yang masih terdampak. PLN juga menyiapkan Posko Siaga 24 jam untuk layanan pengaduan dan melakukan pengawasan didaerah yang berpotensi banjir dan longsor," kata Manager PLN UP3 Manado Andre Lengkong dalam keterangan tertulis Senin, 18 Desember 2021.

    Baca Juga: Banjir Kalsel: Walhi Nilai Kalimantan Selatan Darurat Bencana Ekologis

    Tidak kurang dari 138 personil dikerahkan untuk segera mempercepat pengoperasian kembali sistem kelistrikan kembali.

    Dirinya menambahkan, PLN juga kembali menghimbau kepada masyarakat ketika cuaca ekstrem seperti ini untuk segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan kepada PLN untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.

    Berikut himbauan PLN kepada masyarakat :
    1. Masyarakat mau merelakan pohon dirabas yang mendekati jaringan PLN yang berpotensi gangguan listrik saat hujan
    2. Matikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB) (apabila ada genangan air)
    3. Cabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak
    4. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman
    5. Masyarakat diminta segera melaporkan ke PLN untuk penghentian Pasokan Tenaga Listrik apabila sudah terdapat Potensi Terkait Banjir yang datang untuk keselamatan masyarakat.

    Masyarakat dapat melaporkan potensi bahaya dan gangguan kelistrikan melalui Contact center PLN 123 yang dapat diakses lewat telepon (kode area) 123, media sosial PLN 123, dan aplikasi smartphone PLN Mobile demi kemudahan layanan kapan saja di mana saja.

    Saat ini daerah-daerah yang masih dalam tahapan recovery banjir dan tanah longsor yaitu mencangkup daerah Banjer, Tikala, Komo, Taas, Senduk, Tambala, Tangkuney, Kayuuwi, Tareran, Makawembeng, Watumea, Tanggari, Tombasian, Ranolambot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.