Singapura Kirim 2 Penyelidik Bantu Selidiki Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, 16 Januari 2021. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengevakuasi 17 kantong jenazah, tiga kantong serpihan kecil pesawat dan satu kantong berisi dokumen. REUTERS/Willy Kurniawan

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, 16 Januari 2021. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengevakuasi 17 kantong jenazah, tiga kantong serpihan kecil pesawat dan satu kantong berisi dokumen. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura ikut membantu penyelidikan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Transportasi Singapura pada Minggu, 17 Januari 2021. Kedua penyelidik tiba di Jakarta pada Rabu setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia menerima tawaran Singapura untuk membantu penyelidikan.

    Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung mengatakan kedua penyelidik sedang bekerja dengan tim Indonesia untuk melihat data dan puing-puing yang ditemukan.

    "Alexander Leong mengkhususkan diri pada perekam penerbangan dan bekerja dengan tim Komite Keselamatan Transportasi Nasional [KNKT] di Jakarta untuk melihat data yang dipulihkan," papar Menteri Transportasi Singapura dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 17 Januari 2021.

    "David Lim, seorang insinyur perawatan pesawat berlisensi, bersama tim di pelabuhan Tanjung Priok meneliti reruntuhan yang telah ditemukan sejauh ini," kata Ong dalam posting Facebook pada Minggu.

    Pasangan itu memiliki 18 tahun pengalaman investigasi insiden udara di antara mereka, kata menteri itu dalam sebuah posting Facebook.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.