Garuda Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Layanan bagi Penumpang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kedua kanan) berfoto bersama kru usai meluncurkan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900neo bermasker pada bagian moncong pesawat di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 1 Oktober 2020. Corak masker ini dibuat oleh 60 pekerja selama 120 jam. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta -Garuda Indonesia terus memperkuat komitmen layanan bagi penumpang difabel dengan berbagai kemudahan perjalanan di seluruh touch points maskapai BUMN ini.

    Pernyataan tersebut terkait kunjungan dari Komunitas Teman Tuli dan Teman Dengar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 14 Januari 2021. Mereka meninjau fasilitas dan layanan prioritas Garuda Indonesia bagi penumpang disabilitas.

    Baca Juga: Lion Air Blakblakan Jelaskan Sebab Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

    “Kami percaya kunci penting dari upaya peningkatan layanan bagi seluruh penumpang adalah komitmen untuk mengerti dan memahami kebutuhan penumpang selama dalam penerbangan, tidak terkecuali bagi penumpang disabilitas,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

    Irfan mengatakan Garuda senantiasa mengedepankan empat filosofi utama layanan yaitu keamanan dan kenyamanan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), pemahaman atas kebutuhan pengguna jasa, serta penyediaan aksesibilitas yang baik bagi seluruh penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.