Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Hari Ketiga: 3 Identitas Korban Ditemukan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian pesawat dan suasana evaluasi korban Sriwijaya Air SJ182 di KN SAR WISNU milik Basarnas di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Bagian pesawat dan suasana evaluasi korban Sriwijaya Air SJ182 di KN SAR WISNU milik Basarnas di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses evakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Senin ini, 11 Januari 2021 memasuki hari ketiga. Pada pencarian kali ini, tim di bawah Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali menemukan identitas dari tiga penumpang yang menjadi korban.

    Pertama, identitas berupa dokumen SIM A dan korban lahir di Pontianak, 5 Maret 1994. "Atas nama Andy Syifa Kamila," kata Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman saat ditemui di tengah proses evakuasi di KN SAR Wisnu milik Badan SAR Nasional (Basarnas) di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, di hari yang sama.

    Baca Juga: 7 Hari Evakuasi Sriwijaya Air SJ182: Target Utama 62 Penumpang

    Kedua, yaitu dokumen berupa surat keterangan pelatihan ANT IV dan korban lahir di Padang, 14 April 1993. "Atas nama Angga Fernando Afrion," kata Hendra.

    Ketiga yaitu dokumen berupa akte kelahiran atas nama Nabila Anjani yang lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 21 Januari 2009.

    Sebelumnya, pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu siang, 9 Januari 2021. Pesawat ini membawa 62 penumpang termasuk kru, terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, menuju Pontianak, Jakarta Barat.

    Di hari ketiga ini, Tim Basarnas menurunkan 50 penyelam. Jika digabung dengan tim penyelam Polri dan TNI, maka jumlahnya mencapai 150 penyelam. Hingga Senin siang, mereka pun telah mengumpulkan sekitar 29 kantong jenazah dan jumlahnya terus bertambah.

    Lalu pada Senin sore ini, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Purnawirawan Bagus Puruhito mengumumkan bahwa secara total, sudah 40 kantong jenazah yang telah ditemukan Tim SAR. Kantong-kantong jenazah ini langsung dikirim ke tim DVI Polri untuk diidentifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.