Harga Kedelai Bikin Perajin Tahu Mogok, Kemendag Akan Tinjau Aturan Harga Acuan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mencetak tahu di sentra industri tahu Cibuntu, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021.  Industri tahu di sejumlah daerah mulai kembali bergeliat setelah aksi mogok produksi selama 3 hari karena harga kedelai melejit. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja mencetak tahu di sentra industri tahu Cibuntu, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021. Industri tahu di sejumlah daerah mulai kembali bergeliat setelah aksi mogok produksi selama 3 hari karena harga kedelai melejit. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan pihaknya akan segera meninjau aturan tentang acuan harga kedelai. Menurutnya, pada saat aturan itu dibuat, harga kedelai impor Rp 6.500 per kilogram dengan harga jual Rp 6.800 per kg.

    Sedangkan harga kedelai lokal saat itu di tingkat petani Rp 8.500 per kg dengan harga jual di tingkat konsumen Rp 9.200 per kg. "Menurut kami, saat ini seyogyanya minat tanam petani akan naik karena kedelai lokal akan sangat laku sekarang, karena bisa bersaing dengan kedelai impor yang harganya bisa mencapai Rp 9.300-9.5000 per kg di pengrajin," kata Syailendra saat dihubungi, Ahad, 3 Januari 2021.

    Pada Permendag Nomor 7 Tahun 2020 harga acuan pembelian kedelai lokal di tingkat petani Rp 8.500 per kg.

    Dia menuturkan berdasarkan diskusi dengan pengrajin tahu tempe, kedelai lokal cukup diminati karena hasilnya lebih gurih dan lebih harum, terutama untuk tahu. Selama ini, kedelai lokal tetap terserap dengan baik, hanya jumlahnya yang masih terbatas.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia tak kurang mengimpor 2,6 juta ton kedelai pada 2019. Di mana, 2,5 juta berasal dari Amerika Serikat.

    Produksi dalam negeri jauh di bawah itu. Data Kementerian Pertanian, produksi untuk 2020 saja hanya 300 ribu ton. Sentra produksinya tersebar di Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.