Selama 2020, Tak Ada Hasil Investigasi Kecelakaan Pesawat yang Ditindaklanjuti

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengawasi proses evakuasi pesawat latih yang jatuh di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 23 Juli 2019. Bangkai pesawat itu selanjutnya akan dibawa ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diinvestigasi dan mencari penyebab kecelakaan tersebut. ANTARA

    Petugas mengawasi proses evakuasi pesawat latih yang jatuh di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 23 Juli 2019. Bangkai pesawat itu selanjutnya akan dibawa ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diinvestigasi dan mencari penyebab kecelakaan tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi atau KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan rekomendasi hasil investigasi kecelakaan pesawat belum ada yang ditindaklanjuti selama 2020.

    "Dari semua rekomendasi yang dikeluarkan di 2020, belum ada yang melaporkan kepada kami sudah ditindaklanjuti," kata Nurcahyo dalam konferensi pers virtual, Kamis, 17 Desember 2020.

    Dia menuturkan, KNKT selama 2020 mengeluarkan rekomendasi hasil investigasi kecelakaan pesawat sebanyak 19 rekomendasi. Dari jumlah itu, 3 rekomendasi ditujukan untuk Otoritas Penerbangan Sipil Dirjen Perhubungan Udara, 13 untuk Operator Pesawat Udara, 1 untuk Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan, 1 untuk Operator Bandar Udara, dan 1 untuk
    Penyedia Jasa Ground Handling.

    KNKT sebelumnya telah menyelesaikan delapan laporan awal (preliminary) investigasi dan mengeluarkan tujuh rekomendasi keselamatan. KNKT, kata dia, juga menyelesaikan tujuh laporan akhir (final) investigasi dan mengeluarkan 12 rekomendasi keselamatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.