OJK Berharap Pasar Perbankan Syariah Naik Menjadi 10 Persen akibat Merger

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso,  saat meresmikan pencanangan program pendirian LKD dan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama, OJK dan Kemendes di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (21/10).

    Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat meresmikan pencanangan program pendirian LKD dan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama, OJK dan Kemendes di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (21/10).

    TEMPO.CO, JakartaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan merger atau penggabungan Himpunan Bank Negara (Himbara) yang bergerak di sektor syariah bisa meningkatkan pangsa pasar. 

    "Adanya merger, akan ada bank syariah besar di Indonesia. Pemerintah juga komitmen menambah modal sehingga menjadi BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) IV," kata Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Minggu 6 Desember 2020.

    Dengan demikian, kata dia, diharapkan pangsa pasar perbankan syariah di dalam negeri bisa terus meningkat secara signifikan. Ia mengatakan hingga saat ini OJK mencatat pangsa pasar perbankan syariah di dalam negeri masih di kisaran 6 persen.

    "Tahun lalu juga berkisar itu, peningkatannya hanya tipis karena memang awalnya kecil. Walaupun meningkatnya kecil tetapi kan konvensional juga ikut naik," katanya.

    Ia berharap dengan adanya merger tersebut paling tidak pangsa pasar bank syariah bisa mencapai angka 10 persen.

    Sementara itu mengenai inklusi dan literasi keuangan syariah di Provinsi Jawa Tengah, kata dia, sejauh ini masih fluktuatif. Terakhir pada tahun 2019 OJK mencatat indeks literasi keuangan syariah Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,78 persen atau meningkat jika dibandingkan tahun 2016 sebesar 11,2 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.