Erick Thohir Libatkan Swasta dalam Holding Pariwisata dan Penerbangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kegiatan holding pariwisata dan penerbangan tetap akan melibatkan perusahaan swasta. Pemerintah, kata dia, akan membuka kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di sektor-sektor terkait seperti perhotelan, agen wisata, hingga penerbangan.

    “Kami tidak ingin menara gading, jadi swasta tetap dilibatkan. Kami eksplorasi kerja sama dengan banyak pihak,” ujar Erick dalam rapat koordinasi pariwisata yang ditayangkan secara virtual di YouTube Kementerian Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat, 27 November 2020.

    Dia berujar, Covid-19 telah membawa perusahaan yang bergerak di industri pariwisata dalam kondisi sulit. Karena itu, pemerintah melibatkan semua sektor untuk mengembangkan value chain atau rantai pasok pariwisata dan pendukungnya.

    Di sektor penerbangan, misalnya, pemerintah akan melakukan penataan kembali rute. Dengan begitu, frekuensi penerbangan maskapai dapat dioptimalkan, baik untuk rute domestik maupun internasional.

    Kementerian BUMN telah membentuk holding pariwisata dan penerbangan yang melibatkan enam perusahaan pelat merah dan anak-anak usahanya. Keenamnya adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels & Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas ditunjuk sebagai induk holding.

    “Holding ini akan memperbaiki iklim industri aviasi dan pariwisata sehingga berdampak optimal bagi negara,” tutur Erick.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.