Indonesia Tak Menarik Buat Investor Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Castle Asia, James Castle, mengatakan Indonesia sulit untuk mengharapkan datangnya investor asing dalam jumlah yang sangat besar. Karena pemerintah sendiri melarang investasi tanpa asal usul yang jelas. Ditambah infrastruktur di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir kurang bagus, tambah dia di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (21/1). Kata Castle, tanpa adanya perubahan, baik dalam peraturan maupun sikap, sangat sulit mengharapkan investasi dari luar negeri datang. Apalagi datang membawa uang dalam jumlah yang sangat besar. Ia mencontohkan investasi di bidang kelistrikan dengan nilai US$ 1 miliar US$ dan pelabuhan sebesar US$ 300 juta US$. Tapi, ia mengungkapkan, dalam pertemuan pre-CGI lalu ada semangat dari investor asing untuk menanamkan uangnya di Indonesia. Hanya saja, Castle mengaku mereka baru tertarik di sektor swasta. Tapi dalam lima tahun ke depan iklim investasi di Indonesia akan membaik seiring dengan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah, ujar dia. Kurang baiknya iklim investasi sekarang, oleh Castle dianggap bukan merupakan kesalahan pemrintahan Megawati Soekarnoputri. Tapi, ini merupakan kelemahan sistem politik yang ada. Termasuk kesalahan pemerintahan Wahid dan Habbie sebelumnya dan ini merupakan masalah transformasi di mana belum ada konsensus kebijakan yang belum kuat, kata Castle. Tapi, kata Castle, Roda ekonomi Indonesia masih bisa jalan meski tanpa investasi asing. Pertumbuhan ekonomi yang akan dicapai per tahunnya berkisar pada angka 2-5 persen. Tanpa investasi asing memang pertumbuhan ekonomi tidak bisa naik dengan pesat. Tapi, saya yakin Indonesia tidak akan collapse. Hanya saja saya pesimis Indonesia bisa menciptakan ekonomi yang bagus, kata Castle di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (21/1). Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menambahkan keberanian pemerintahan Mega melanjutkan reformasi ekonomi harus dihadapi dengan tegar. Termasuk melakukan kenaikan harga BBM, listrik dan telepon. Reformasi ekonomi memang akan membawa sakit politik karena diprotes banyak orang, tapi sakit ini merupakan tantangan yang harus dijalani, tegas dia. Dan ini, lanjut Juwono, akan mendapat pengakuan dari rakyat jika dijalankan secara konsisten. Ini merupakan perangkat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Termasuk tetap menjalin kerjasama dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Political paint harus terus dijalankan, meski harus mengurangi subsidi. Memang sulit menjelskan kepada masyarakat semua itu dalam kebijakan yang populis, ujar Juwono. Selain itu, ia meminta para elit politik menjalin solidaritas yang kuat untuk keluar dari kemelut. Kerangka yang telah dibuat, termasuk oleh IMF melalui letter of intent bertujuan untuk mendisiplinkan para elit politik. Keranga IMF bisa memberikan kepercayaan kepada dunia asing, terutama investor untuk berinvestasi di sini, kata Juwono. Kurniawan --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?