Tinjau Stasiun Senen, Menhub: Kapasitas Penumpang Melonjak dari 4.000 Jadi 8.000

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang kereta api jarak jauh menunggu untuk melakukan rapid test sebelum keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, 26 Oktober 2020. Rapid test menjadi salah satu syarat wajib calon penumpang untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh berdasarkan Surat Edaran Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 No 9 Tahun 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah calon penumpang kereta api jarak jauh menunggu untuk melakukan rapid test sebelum keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, 26 Oktober 2020. Rapid test menjadi salah satu syarat wajib calon penumpang untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh berdasarkan Surat Edaran Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 No 9 Tahun 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pergerakan penumpang kereta api pada periode libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2020. Budi Karya mencatat adanya lonjakan trafik penumpang secara keseluruhan hingga mencapai dua kali lipat.

    “Kapasitas naik dari 4.000 jadi 8.000 penumpang,” tutur Budi Karya dalam pesan pendek, Kamis, 29 Oktober.

    Kenaikan penumpang, kata Budi Karya, paling banyak terjadi di Stasiun Senen. Total peningkatan tersebut mencapai 30 persen. Namun Budi Karya tak merinci jumlah keseluruhan penumpang kereta yang berangkat dan turun di stasiun yang berlokasi jantung kota ini.

    Dalam peninjauannya, Budi Karya juga memeriksa protokol kesehatan, baik dari sisi petugas maupun penumpang. Ia melihat banyak masyarakat yang masih mengenakan masker scuba.

    “Kami edukasi pakai masker medicated atau berlapis,” katanya.  Sebagai upaya meningkatkan protokol kesehatan, Budi Karya mengatakan operator kereta api, PT Kereta APi Indonesia (Persero), menyedikan masker dan faceshield.

    Kementerian Perhubungan memprediksi puncak cuti bersama terjadi pada kurun 27-28 Oktober. Sedangkan puncak balik akan terjadi pada Ahad, 1 November 2020.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BUDI SETYARSO

    Baca: Epidemiolog: Pemerintah Seharusnya Hapus Cuti Bersama di Masa Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.