Airlangga Sebut Filosofi UU Cipta Kerja untuk Kurangi Kemiskinan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian menerima naskah laporan RUU Cipta Kerja dari Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas (kedua kanan) dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Rapat Paripurna penutupan tersebut DPR RI mengesahkan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU).  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Koordinator Perekonomian menerima naskah laporan RUU Cipta Kerja dari Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas (kedua kanan) dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Rapat Paripurna penutupan tersebut DPR RI mengesahkan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Undang-undang Cipta Kerja dibuat untuk reformasi struktural di sektor perekonomian. Dia mengatakan transformasi struktural ini dilakukan di alam demokrasi.

    "Pengambilan keputusan juga dilakukan secara demokrasi dan ini dibutuhkan waktu yang panjang, dalam arti sejak presiden pidato saat pelantikan dan hari ini 1 tahun pemerintahan," kata Airlangga dalam diskusi virtual, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Dia mengatakan filosofi dibuatnya Undang-undang Cipta Kerja yaitu untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Menurutnya, pandemi Covid-19 berpengaruh pada meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan. 

    Airlangga menuturkan setiap tahun Indonesia memiliki 6,9 juta pengangguran. Pengangguran yang diakibatkan oleh pandemi ini ada 3,5 juta orang. Ditambah lagi dari angkatan kerja baru lulusan SMA-perguruan tinggi yang jumlahnya 3jt setiap tahun.

    "Sehingga setiap tahun khusus tahun ini kita butuh 13,4 juta orang untuk bekerja. Ini yang sebetulnya menjadi filosofi dibalik adanya Undang-undang Cipta Kerja," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.