BKPM Sebut Realisasi Investasi di Pulau Jawa Turun, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi kuartal III di pulau Jawa turun 12 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan III 2020, realisasi investasi di Jawa adalah sebesar Rp 98,6 triliun atau 47,2 persen dari total realisasi investasi.

    "Kalau di Jawa terjadi penurunan kurang lebih 12 persen year on year. Jadi ini bagus sekali, ada ekspansi di luar Jawa," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Berbeda dengan realisasi di pulau Jawa, investasi di luar Jawa justru tercatat naik 17,9 persen pada kuartal III 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan III 2020, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 110,4 triliun atau 52,8 persen dari total investasi.

    Kondisi ini, kata Bahlil, menunjukkan bahwa para investor dalam menempatkan investasinya tidak lagi hanya fokus di Pulau Jawa tapi sudah terjadi juga di luar pulau Jawa.

    "Seperti saya katakan di awal-awal tahun bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK dalam waktu lima tahun kemarin sekarang sudah mulai dampaknya. Karena syarat mutlak untuk investor mau masuk itu ketika infrastrukturnya bagus logistikya bagus kemudian bahan bakunya ada," ujar Bahlil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.