Saham Agensi BTS Anjlok Nyaris 20 Persen Setelah Sempat Melesat 100 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para penggemar boy band K-pop BTS menggunakan masker  saat menonton konser online live streaming di tengah pandemi COVID-19 di sebuah kafe di Seoul, Korea Selatan, 10 Oktober 2020. REUTERS/Heo Ran

    Para penggemar boy band K-pop BTS menggunakan masker saat menonton konser online live streaming di tengah pandemi COVID-19 di sebuah kafe di Seoul, Korea Selatan, 10 Oktober 2020. REUTERS/Heo Ran

    TEMPO.CO, Jakarta - Saham agensi K-pop Big Hit Entertainment Co. yang menaungi boyband BTS anjlok pada perdagangan Jumat, 15 Oktober 2020, setelah sempat melesat 100 persen pada penawaran umum perdana.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga saham agensi yang menaungi boyband BTS tersebut menunjukkan penurunan sejak pembukaan. Harga saham Big Hit dibuka pada posisi 253.000 won atau turun 1,94 persen.

    Penurunan tersebut pun terus berlanjut hingga penutupan pasar hari ini. Saham Big Hit yang tercatat di Indeks Kospi terpantau anjlok 19,38 persen ke posisi 208.000 won per saham sehari setelah resmi melantai di bursa Korea Selatan.

    Padahal, sebelumnya harga saham Big Hit mencapai harga 278.000 won per saham. Adapun, kapitalisasi pasar (market capitalization) Big Hit mencapai 7,04 triliun won atau sekitar Rp 89 triliun bila dikonversi ke rupiah.

    Sebelumnya, dilansir dari The Korea Herald, Big Hit melepas 1,426 juta sahamnya atau 20 persen dari seluruh kepemilikannya senilai US$ 163,5 juta atau 192,51 miliar won. Adapun harga penawaran Big Hit ditetapkan sebesar 135 ribu won.

    Penawaran Big Hit senilai US$ 820 juta adalah yang terbesar di Korea Selatan dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan tersebut berhasil berkembang bahkan ketika krisis virus Corona memaksanya untuk membatalkan konser langsung, dan investor masuk ke IPO karena popularitas BTS yang terus berlanjut dari pertunjukan online dan lagu-lagu hit seperti 'Dynamite', lagu bahasa Inggris pertama grup band ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.