Data Neraca Perdagangan Bakal Pengaruhi KInerja IHSG Hari Ini

Reporter

Editor

Rahma Tri

Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Pelemahan ini terjadi pasca gelombang aksi penolakan UU Cipta Kerja. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2020 diprediksi akan diwarnai dengan sentimen data neraca perdagangan.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, menjelang rilis data perekonomian neraca perdagangan pada hari ini , IHSG disinyalir masih berada dalam kondisi stabil. Pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar dan berusaha menembus resistan level terdekat

"Jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek. IHSG hari ini bergerak di rentang 4.889 - 5.188," kta William seperti dikutip Bisnis, Kamis.

Pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2020, IHSG ditutup menguat 0,85 persen ke level 5.176,099. Sedangkan nilai transaksi pada penutupan perdagangan Rabu ini tercatat mencapai Rp 12,13 triliun. 

Sebanyak 213 saham menguat, 217 terkoreksi, dan 161 stagnan. Indeks saham sektor tambang memimpin penguatan sebesar 3,72 persen. Di sisi lain, indeks saham sektor properti menjadi yang paling anjlok sebesar -5,93 persen.






Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

9 jam lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu sore, 1 Februari 2023 dimulai Bos Bulog Budi Waseso alias Buwas menemui Jokowi.


IHSG Hari Ini Ditutup Menguat, GOTO dan BUMI Paling Banyak Diperdagangkan Hari Ini

11 jam lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat, GOTO dan BUMI Paling Banyak Diperdagangkan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat di level 6.862.2 (+0,33 persen) pada sesi perdagangan hari ini, Rabu, 1 Januari 2023.


Raffi Ahmad Belum Putuskan Waktu RANS Lakukan IPO

12 jam lalu

Raffi Ahmad Belum Putuskan Waktu RANS Lakukan IPO

Selebritas Raffi Ahmad mengaku masih belum dapat memastikan kapan perusahaannya RANS Entertainment melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).


Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

13 jam lalu

Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

BPS mengumumkan laju inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,34 persen month to month (mtm) bila dibandingkan Desember 2022.


Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

15 jam lalu

Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan perekonomian Indonesia kini berangsur mulai bisa lepas dari tekanan krisis ekonomi global.


Apa itu Shadow Banking? Fenomena Keuangan yang Dinilai Berbahaya

16 jam lalu

Apa itu Shadow Banking? Fenomena Keuangan yang Dinilai Berbahaya

Mengenal apa itu shadow banking yang timbul akibat lemahnya regulasi keuangan dan bahayanya bagi stabilitas ekonomi suatu negara.


IHSG Hari Ini Akan Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Cermati Saham ASII, BIPI dan TLKM

17 jam lalu

IHSG Hari Ini Akan Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Cermati Saham ASII, BIPI dan TLKM

Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada hari ini akan bergerak konsolidasi.


Pasar SBN Menguat di Awal 2023, Sri Mulyani: Didorong Pembelian oleh Investor Nonresiden

18 jam lalu

Pasar SBN Menguat di Awal 2023, Sri Mulyani: Didorong Pembelian oleh Investor Nonresiden

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pasar Surat Berharga Negara (SBN) melanjutkan penguatan di awal tahun 2023. Ini buktinya.


Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

1 hari lalu

Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.


Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Menguat, Lebih Baik dari Malaysia, Filipina dan India

1 hari lalu

Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Menguat, Lebih Baik dari Malaysia, Filipina dan India

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar rupiah menguat.