Trending Bisnis: Iuran BPJS Kesehatan Hingga Rencana Luhut Atasi Rekor Covid-19

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Senin, 21 September 2020, dimulai dari perkiraan besar iuran BPJS Kesehatan setelah kelas rawat inap dihapus pada tahun 2022 dan rencana Menteri Luhut menyikapi jumlah kasus positif Covid-19 yang belakangan terus menembus rekor baru.

    Selain itu ada juga soal jebloknya IHSG setelah data FinCEN dirilis serta janji Menteri Pertanian membereskan soal kelangkaan pupuk hingga rencana pengerasan Tol Jakarta-Cikampek selama dua pekan. 

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Berapa Besar Iurannya?

    Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni angkat bicara menanggapi soal besaran iuran ketika BPJS Kesehatan menghapus kelas rawat inap dan menggantinya dengan menerapkan kelas standar pada tahun 2022. 

    Choesni menjelaskan, kelas standar itu akan dilakukan secara bertahap. Pertama, pada 2021 akan terdapat pilot study atau penerapan sebagian, dilanjutkan dengan penerapan lebih besar pada 2022.

    Dengan tidak adanya kelas kepesertaan di BPJS Kesehatan, menurut Tubagus, sejumlah aspek akan terpengaruh. Beberapa aspek itu mulai dari besaran iuran yang dibayarkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga beban biaya pelayanan kesehatannya. "Ada perhitungan terhadap supply side dan aktuarial," ujar Choesni pekan lalu.

    Simak selengkapnya mengenai BPJS Kesehatan di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.