Gojek Perluas Layanan Pengiriman Antarkota hingga Jateng dan Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna aplikasi Gojek membuka fitur GoBills. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

    Pengguna aplikasi Gojek membuka fitur GoBills. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek memperluas layanan pengiriman barang antarkota atau GoSend Intercity Delivery hingga ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Untuk perluasan jangkauan ini, Gojek menggandeng mitra kerja sama Paxel. 

    Head of Logistics Gojek Group Junaidi mengatakan, dengan kolaborasi bersama Paxel, kini Go-Send Intercity Delivery telah tersedia di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Adapun sebelumnya, GoSend Intercity Delivery hanya tersedia di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung saja.

    "Inovasi terbaru dari GoSend ini merupakan bagian dari upaya ekosistem Gojek membantu UMKM agar lebih mudah menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis sehari-hari, mulai dari pemasaran, pemesanan [pemrosesan order], pembayaran, pengiriman, hingga administrasi," katanya seperti dikutip Bisnis, Kamis 27 Agustus 2020.

    Junaidi menjelaskan para pengguna layanan Go-Send Intercity Delivery dapat menikmati satu tarif (flat rate) untuk seluruh paket dengan dimensi ukuran barang (kecil, sedang, dan besar) dengan berat maksimal lima (5) kg.

    Tarif pengiriman barang antarkota dari Jadetabek ke Bandung atau sebaliknya sipatok Rp 20.000.Dari Jadetabek dan Bandung ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang, atau sebaliknya sebesar Rp 30.000. Adapun tarif pengiriman barang antarkota Yogyakarta, Solo, dan Semarang sebesar  Rp 15.000.

    "Sebagai yang terdepan dalam memberikan solusi layanan first-mile-last-mile pengiriman barang, Gojek memastikan pengguna Go-Send Intercity Delivery menerima barang satu hari setelah pengiriman [next day service] atau maksimal 24 jam," ujar Junaidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.