Sri Mulyani Kenang 22 Tahun Lalu, Sebut Jokowi Dapat Berkah dari Krisis Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang masa 22 tahun lalu saat diundang sebagai ekonom pengisi seminar ekonomi oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang waktu itu masih berstatus pengusaha mebel.

    Dia menceritakan, pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dahsyat. "Ekonomi merosot tajam minus 13,7 persen, mata uang Rupiah kolaps dari Rp 2.350 menjadi Rp 16.000 per dolar AS. Banyak perusahaan dan bank besar kecil mengalami kebangkrutan," kata Sri Mulyani melalui media sosial Instagram pribadinya @smindrawati, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Sri Mulyani yang saat itu menjadi dosen di Universitas Indonesia menjelaskan mengapa krisis ekonomi terjadi dan bagaimana menyelamatkan ekonomi Indonesia ke depan. Ia menilai Jokowi yang saat itu sebagai pengusaha justru mendapatkan berkah luar bisa dalam kondisi krisis 1998.

    Pasalnya, penerimaan ekspor dalam dolar AS melonjak lebih dari enam kali lipat. "Pak Jokowi menggunakan 'windfall profit', secara bijaksana dengan menambah kapasitas produksi, berhasil memanfaatkan situasi krisis justru untuk mengembangkan usahanya," ucapnya.

    Seiring perjalanan waktu, 22 tahun kemudian, Sri Mulyani mengatakan, seorang pengusaha furnitur itu telah menjadi Presiden Republik Indonesia. Lalu dirinya diminta menjadi Menteri Keuangan.

    Dengan adanya krisis akibat pandemi Covid-19, Sri Mulyani mengatakan, di bawah kepemimpinan Jokowi pihaknya berupaya untuk berusaha bangkit dan mengatasi permasalahan ini. "Program pemulihan ekonomi terus digenjot - untuk membantu masyarakat, memulihkan dan membangkitkan usaha kecil menengah, dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi," ucapnya.

    Lebih jauh Sri Mulyani mengatakan, semua orang dalam 22 tahun mendatang bisa menjadi siapa saja. Dia pun berpesan agar tiap individu terus merajut masa depan dan tak berhenti belajar, bekerja keras, jujur dan cerdas. "Miliki mental baja, jangan menyerah menghadapi cobaan dan ujian apapun. Jangan lupa selalu berdoa!" tuturnya.

    Baca juga: Sri Mulyani Sebut Data Penerima Bansos Belum Diperbarui Sejak 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.