Kebocoran Data Nasabah, OJK Minta KreditPlus Lakukan Evaluasi

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo KreditPlus. kreditplus.com

    Logo KreditPlus. kreditplus.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berkomunikasi dengan direksi PT Finansia Multi Finance atau KreditPlus. Komunikasi dilakukan setelah kebocoran data pengguna dari perusahaan pembiayaan digital itu karena adanya dugaan aksi pencurian.

    "Kami meminta penjelasan atas fakta permasalahan yang terjadi." kata juru bicara OJK Sekar Putih Djarot saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Dalam komunikasi itu, OJK pun meminta langkah-langkah korektif atau perbaikan yang telah dan akan dilakukan KreditPlus. OJK juga meminta KreditPlus melaporkan hasil investigasi yang mereka lakukan.

    Kasus kebocoran data ini pertama terungkap pada 3 Agustus 2020. Salah satu akun twitter mengungkapkan kebocoran 896 ribu data nasabah KreditPlus, mulai dari nama, KTP, sampai alamat.

    ADVERTISEMENT

    Pada 4 Agustus 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan siaran pers dan menyatakan telah mengirimkan surat ke KreditPlus. "Untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

    Sehari berselang, pihak KreditPlus sudah membenarkan kebocoran ini dan menyebut ada upaya pencurian data konsumen mereka beberapa waktu lalu. "Oleh pihak ketiga yang tidak berwenang," kata Direktur Keuangan KreditPlus, Peter Halim.

    Adapun KreditPlus adalah perusahaan pembiayaan yang sudah berdiri sejak 1994. Mereka juga terdaftar di OJK dan tercantum dalam Direktori Jaringan Kantor Lembaga Pembiayaan, per Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?