Kasus Covid-19 Naik Lagi, Majalengka Kembali Tutup Obyek Wisata

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Agustus 2020. Tingginya volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak Bogor pada liburan Hari Raya Idul Adha membuat penumpukan dan kepadatan di kawasan tersebut, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas buka tutup jalan satu arah untuk mengurai kepadatan kendaraan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Kepadatan kendaraan menuju jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Agustus 2020. Tingginya volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak Bogor pada liburan Hari Raya Idul Adha membuat penumpukan dan kepadatan di kawasan tersebut, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas buka tutup jalan satu arah untuk mengurai kepadatan kendaraan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Majalengka, Jawa Barat Karna Sobahi akan menutup kembali obyek wisata di seluruh daerah tersebut. Hal ini dia lakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19, setelah angka positif Corona baru di Majalengka terus bertambah.

    "Obyek wisata di seluruh Kabupaten Majalengka akan kembali saya tutup, untuk mencegah terjadi kluster pariwisata," kata Karna di Majalengka, Selasa 4 Agustus 2020.

    Menurut Karna, sampai saat ini kasus positif COVID-19 di Majalengka terus menunjukkan tren melambung. Karena itu, demi 
     meminimalkan dan mencegah penyebaran COVID-19 terutama dari kluster pariwisata, memutuskan untuk melakukan pengetatan dan penutupan obyek wisata.

    "Penutupan obyek wisata ini, untuk mencegah terjadi kluster pariwisata, menyusul tingginya wisatawan di luar daerah yang berkunjung ke Majalengka, terutama wisata alam," ujarnya.

    Dia melanjutkan dalam 12 hari saja di Kabupaten Majalengka, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 20 warga. Semuanya bermula dari kasus imported case. "Ini menunjukkan bahwa kita harus memperketat kehadiran warga dari luar kota, atau orang Majalengka yang hendak berpergian keluar daerah," tutur Karna.

    Selain obyek wisata, Karna juga akan lebih memperketat izin keramaian bagi masyarakat, karena titik perkumpulan orang sangat rentan menjadi tempat penyebaran virus. "Protokol kesehatan itu harus dipatuhi warga, karena itu merupakan benteng utama dalam memutus penyebaran virus mematikan ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.