PHRI: Puluhan Hotel Melati Hingga Bintang 5 di Jawa Barat Dijual

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Bandung - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar menyebut puluhan hotel yang terdiri dari hotel melati hingga hotel bintang lima di Jawa Barat dijual pemiliknya.

    "Cukup banyak (hotel dijual), tapi sekarang ini nyari pembeli susah, pengusaha juga enggak punya duit," kata Herman kepada Bisnis, Minggu, 12 Juli 2020.

    Bahkan, Herman menyebut harga hotel yang dijual di Jawa Barat menurun hingga 20-40 persen dari harga normal sebelum pandemi Covid-19. Namun, ia mengatakan investor pun belum melirik lantaran memang belum ada tanda-tanda Pandemi Covid-19 ini akan menurun.

    "Sekarang susah, harga sudah dikatakan turun sampai 20-40 persen dari harga normal, dan itu (pembeli) pun susah," kata dia.

    Herman menyebut, kondisi ketidakpastian kapan recovery bisnis perhotelan menjadi alasan utama pengusaha perhotelan akhirnya melepas asetnya. Apalagi, ia mengatakan okupansi hunian hotel di Jawa Barat rata-rata baru mencapai 8 persen sehingga sulit memenuhi gaji karyawan ataupun listrik.

    "Karena untuk recovery ke depan masih tanda tanya, entah kapan kita bisa recovery. Ada yang mengatakan dia tahun ada yang mengatakan lima tahun, jadi ini bergantung kekuatan masing-masing pengusaha," ucap Herman.

    Sehingga ia mengimbau, bagi siapapun yang ingin memulai bisnis perhotelan, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk membeli aset lantaran harga yang dipatok untuk hotel sangat di bawah harga pasar.

    "Saya mengimbau, kalau orang mau beli hotel sekarang ini, waktu yang tepat, cari hotel baik sekala kecil dan sekala besar, terutama yang banyak bintang empat ke bawah," katanya.

    Meski demikian, Herman melihat adanya peningkatan pasca penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jawa Barat. Tadinya, okupansi hotel di bawah 5 persen, dengan adanya AKB, hunian kamar hotel di Jabar sudah mencapai rata-rata 8 persen.

    "Ada peningkatan, terutama setelah 26 Juni Gubernur Jabar membebaskan Jabar dari PSBB, malam Minggunya ada peningkatan cukup signifikan, tapi setelah itu terjun lagi ke bawah, tapi ada peningkatan dari sebelumnya," paparnya.

    Ia menargetkan, dengan adanya relaksasi di sejumlah sektor, seperti restoran, pariwisata outdoor, serta perjalanan antar daerah bisa mendongkrak okupansi hotel di Jawa Barat hingga 10 persen pada Juli ini.

    "Target kita sampai Desember target 30 persen, tapi melihat kondisi sekarang Covid-19 gak turun, masih naik terus masih mengkhawatirkan juga bisa mendapat 30 persen di akhir tahun, kita sudah melaksanakan Bandung Great Sale dan Jabar Great Sale, itu sudah kita promosikan secara nasional, dampaknya sudah mulai terasa," katanya.

    Untuk itu, ia menilai strategi yang paling rasional bisa dilakukan pengusaha hotel di masa Pandemi adalah dengan melakukan banyak promosi serta efisiensi agar bisa terus bertahan di masa Pandemi Covid-19.

    "Kalau ini karena kondisinya empat bulan kondisinya gini, kalau sampai Agustus kondisinya masih terkapar, kalau lebih sudah jadi zombie ini," ungkapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.