Ingin Berinvestasi? Dua Hari Lagi Ada Lelang SUN Rupiah

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

    Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Sabtu 11 Juli 2020, , lelang SUN akan dilakukan pada Selasa, 14 Juli 2020, dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB.

    Target indikatif lelang SUN kali ini adalah sebesar Rp20 triliun, dengan target maksimal sebesar Rp40 triliun. Pemerintah akan mengeluarkan dua Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang merupakan keluaran terbaru dan lima Obligasi Negara (ON).

    Kedua SPN tersebut, yaitu seri SPN03201015 yang akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2020 serta SPN12210429 dengan waktu jatuh tempo pada 29 April 2021 dengan alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 50 persen dari yang dimenangkan.

    Adapun lima varian obligasi yang akan ditawarkan adalah seri FR0081 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2025 dengan kupon 6,5 persen; Seri FR0082 dengan kupon 7 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2030.

    Selanjutnya, seri FR0080 dengan kupon 7,5 persen yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035; seri FR0083 dengan kupon 7,5 persen yang jatuh tempo pada 15 April 2040; serta FR0076 dengan kupon 7,375 persen yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

    Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang akan bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.

    Di samping itu, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

    Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang memiliki nominal per unit sebesar Rp 1 juta.

     

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.