IHSG Ditutup Menguat Terdorong Data Ekonomi Negara Maju

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sore hari ini ditutup menguat didukung positifnya data ekonomi negara-negara maju.

    IHSG ditutup menguat 52,39 poin atau 1,07 persen ke posisi 4.966,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,44 poin atau 1,37 persen menjadi 769,82.

    "Data-data PMI dari negara-negara perekonomian maju yang menunjukkan tren positif, memberikan sentimen yang bagus bagi IHSG. Kenaikan harga komoditas dunia (terutama minyak) juga mendukung tren kenaikan demand," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Kamis.

    IHSG sebelumnya dibuka di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, seluruh sektor meningkat dimana sektor properti naik paling tinggi yaitu 2,33 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri dasar masing-masing 1,98 persen dan 1,77 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp 210,15 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 611.448 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,9 miliar lembar saham senilai Rp 7,63 triliun. Sebanyak 218 saham naik, 193 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 24,23 poin atau 0,11 persen ke 22.145,96, indeks Hang Seng naik 6,97 poin atau 2,85 persen menjadi 25.124,19, dan indeks Straits Times menguat 24,45 poin atau 0,94 persen ke 2.634,62.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.