26 Eksportir Lobster Dapat izin KKP, Susi Pudjiastuti Kecewa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti. ANTARA

    Susi Pudjiastuti. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan tangkapan layar yang berisi daftar calon eksportir benih lobser yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP).

    Dalam unggahannya melalui akun media sosial Twitter @susipudjiastuti menunjukkan ada 26 perusahaan yang akan dibolehkan untuk melakukan ekspor biota laut tersebut. “KKP/Dirjen Tangkap telah mengeluarkan izin tangkap 26 eksportir bibit lobster. Luar biasa,” kata Susi, Rabu 1 Juni 2020.

    Adapun ini daftar lengkap 26 perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai pengekspor benih lobster :

    1.PT. Samudera Bahari Sukses
    2.PT. Natuna Prima Kultur
    3.PT. Royal Samudera Nusantara
    4.PT. Grahafoods Indo Pasific
    5.PT. Aquatic IILautan Rezeki
    6.CV. Setia Widata
    7.PT. Agro Industri Nasional
    8.PT. Alam Laut Agung
    9.PT. Gerbang Lobster Nusantara
    10.PT. Global Samudra Makmur
    11.PT. Sinar Alam Berkilau
    12.PT. Wiratama Mitra Mulia
    13.UD. Bali Sukses Mandiri
    14.UD. Samudera Jaya
    15.PT. Elok Monica Group
    16.CV. Sinar Lombok
    17.PT. Bahtera Damai Internasional
    18.PT. Indotama Putra Wahana
    19.PT. Tania Asia Marina
    20.CV. Nusantara Berseri
    21.PT. Pelangi Maritim Jaya
    22.PT. Maradeka Karya Semesta
    23.PT. Samudra Mentari Cemerlang
    24.PT. Rama Putra Farm
    25.PT. Kreasi Bahari Mandiri
    26.PT. Nusa Tenggara Budidaya

    Dirjen Perikanan Tangkap KKP,  M. Zulficar Mochtar membenarkan adanya info ini. Ia bilang ke-26 perusahaan ini sudah melalui pemeriksaan tim uji tuntas dari KKP. "Betul," ucapnya hari ini.

    Dia menjelaskan, dari hampir 100 perusahaan yang mendaftar diri, dan dilakukan peninjauan serta seleksi sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor  12 Tahun 2020 baru ditetapkan 26 perusahaan lolos uji.

    Hanya saja, kata Zulficar, kalau status perusahaan tersebut saat ini masih calon eksportir. Dengan kata lain mereka harus memenuhi dulu syarat budidaya yang ditetapkan atas aturan tersebut.

    “Untuk bisa ekspor, ada kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi termasuk sukses budidaya dan restocking,” ucap Zulficar.

    Sampai saat ini Zulficar menyatakan proses peninjauan masih berjalan terus. KKP katanya, masih melakukan pengecekan terhadap calon eksportir ini.

     Eko Wahyudi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.