Naik 67 Persen, Laba Bersih BEI Rp 445 Miliar di 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 445 miliar di tahun 2019. Direktur Utama PT BEI Inarno Djajadi mengatakan nilai itu tumbuh 67,4 persen dibanding 2018.

    "Laba bersih tetap baik meski beban perusahaan naik," Inarno usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BEI, Selasa, 30 Juni 2020.

    Dia menuturkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,56 triliun pada 2019. Nilai itu meningkat 12,4 persen dari pendapatan usaha di tahun 2018 yakni Rp 1,38 triliun.

    "Secara keseluruhan jumlah total pendapatan Perusahaan sebesar Rp 1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dari tahun 2018 yakni Rp 1,64 triliun," ujarnya.

    Sedangkan jumlah beban di tahun 2019, kata dia, sebesar 1,33 triliun atau meningkat 5,3 persen dari tahun 2018.

    Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp 7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8 persen dari tahun 2018. Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp 2,75 triliun atau turun 5,8 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa.

    Dia juga mengatakan total ekuitas Perusahaan sebesar Rp 4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Adapun RUPST BEI ini dihadiri oleh 93 pemegang saham (atau 95.87 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara). Secara aklamasi, Pemegang Saham menyetujui Laporan Tahunan 2019 dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2019.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.