Antam Rugi Rp 281 Miliar di Kuartal I Akibat Selisih Kurs

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Customer service butik Logam Mulia (LM) menunjukkan emas batangan bergambar seekor anjing saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). Untuk menyambut Imlek, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merilis emas batangan bertemakan Imlek 2569 seberat 88 gram yang bergambar shio anjing. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Customer service butik Logam Mulia (LM) menunjukkan emas batangan bergambar seekor anjing saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). Untuk menyambut Imlek, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merilis emas batangan bertemakan Imlek 2569 seberat 88 gram yang bergambar shio anjing. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam, membukukan rugi bersih sebanyak Rp 281,83 miliar pada kuartal I/2020. Kerugian dipicu selisih kurs yang membengkak.

    Laporan keuangan Antam menunjukkan, kinerja profitabilitas perseroan berbalik karena pada periode kuartal I/2019 emiten berkode saham ANTM itu mencetak laba bersih Rp 176,10 miliar.

    Sepanjang kuartal I/2020, penjualan Antam turun 16,35 persen menjadi Rp 5,2 triliun. Pendapatan sebagian besar masih berasal dari penjualan emas sebesar Rp 3,97 triliun atau 76 persen dari total penjualan. Selain emas, komoditas feronikel juga berkontribusi sebanyak Rp 965,95 miliar atau sekitar 19 persen dari total penjualan.

    Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, Kunto Hendrapawoko penjualan turun seiring dengan pembatasan aktivitas perdagangan ekspor internasional yang dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Dia menambahkan, perseroan juga menanggung kerugian seluruh kurs sebesar Rp 362 miliar.

    “Hal itu juga turut mempengaruhi capaian profitabilitas Antam pada kuartal I/2020 yang membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 281 miliar,” ujar Kunto seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, 29 Juni 2020.

    Di sisi lain, total liabilitas perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 12,74 triliun, naik tipis dari posisi 31 Desember 2019 di level Rp 12,06 triliun. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 5,61 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 7,12 triliun.

    Secara umum, total aset perseroan naik menjadi Rp 30,77 triliun dengan kas setara kas per kuartal I/2020 mencapai Rp 3,16 triliun. Di sisi lain, perseroan membukukan produksi feronikel sebesar 6.315 ton TNi dengan tingkat penjualan mencapai 6.279 TNi. Untuk komoditas emas, perseroan membukukan volume produksi sebesar 446 kg atau setara 14.399 troy ounce dengan volume penjualan sebesar 5.097 kg atau setara 163.872 troy ounce.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.