Survei LIPI: Penjualan 94,7 Persen UMKM Turun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menyelamatkan Bisnis UMKM dari Tekanan Pandemi Covid-19

    Menyelamatkan Bisnis UMKM dari Tekanan Pandemi Covid-19

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei daring Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) menunjukkan lebih dari 94 persen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami penurunan penjualan akibat dampak pandemi Covid-19.

    "Sekitar 94,7 persen mengalami penurunan penjualan. Penurunan terbesar dialami UMKM yang mengandalkan toko fisik, penjualan langsung dan reseller," kata Kepala P2E LIPI Agus Eko Nugroho dalam webinar bertajuk "Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kinerja UMKM: Mitigasi dan Pemulihan" di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Agus menuturkan kondisi pandemi juga menyebabkan 58,8 persen UMKM memutuskan untuk menurunkan harga jual produk dan jasanya guna mempertahankan usaha. Hal itu menyebabkan keuntungan menurun lebih dari 75 persen sebagaimana dialami 43,3 persen pelaku UMKM.

    Adapun dilihat dari penurunan penjualan menurut skala usaha, Agus menjelaskan mayoritas usaha mikro, ultra-mikro dan menengah paling besar terkena dampak. Begitu pula berdasarkan lama usaha di mana usaha dalam rentang 0-5 tahun mengalami penurunan penjualan yang cukup dalam.

    "Dari berbagai dimensi karakteristik, UMKM dari kelompok ultra-mikro dan mikro yang mengandalkan penjualan fisik dan usia bisnis relatif muda perlu mendapat perhatian khusus," katanya.

    Terkait struktur biaya UMKM, Agus menjelaskan biaya produksi ternyata tetap atau bahkan meningkat selama pandemi. Ia merinci bahan baku mengalami peningkatan drastis meski biaya transportasi dan tenaga kerja relatif tetap.

    "Dari situ, kami bisa simpulkan bahwa pandemi secara umum akan menurunkan profit secara signifikan akibat penurunan penjualan sementara biaya produksi tetap dan akan meningkat," katanya.

    P2E LIPI melakukan survei daring sepanjang periode 1-20 Mei 2020 terhadap 679 responden yang merupakan pelaku UMKM yang tersebar di 24 provinsi.

    Mayoritas usaha yang disurvei berada pada skala usaha ultra-mikro dan mikro dengan mayoritas lama usaha 0-5 tahun. Responden juga memiliki proporsi yang berimbang berdasarkan cara penjualan antara daring dan luring.

    Meski terdampak cukup dalam, Agus menyebut hampir seluruh UMKM memiliki langkah yang sama untuk mempertahankan bisnisnya. Mereka mulai dari mencari pasar baru, mencari pemasok bahan baku yang lebih murah, mengurangi tenaga kerja dan mengajukan penundaan pembayaran kredit.

    Terkait penjualan, usaha ultra-mikro lebih memilih potongan harga ketimbang strategi penjualan lainnya. "Selain penundaan pembayaran kredit, usaha menengah juga memilih pengajuan keringanan bunga," kata Agus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.