Jawa Barat Pangkas Anggaran Infrastruktur Jalan Akibat Pandemi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. Proyek Infrastruktur yang dibangun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini diduga melanggar HAM. ANTARA/M Agung Rajasa

    Suasana bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. Proyek Infrastruktur yang dibangun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini diduga melanggar HAM. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat A Koswara mengatakan, anggaran infrastruktur jalan dipangkas hingga 76,1 persen akibat pandemi Covid-19. “Yang dialokasikan untuk Dinas Bina Marga itu di (APBD) Rp 1,657 triliun, kemudian tersisa tinggal 23,9 persen. Semula belanja langsung Rp 1,52 triliun, kini menjadi Rp 371 miliar,” kata dia, dalam konferensi pers, Selasa, 23 Juni 2020.

    Koswara mengatakan, pemangkasan anggaran dinasnya tersebut untuk membiayai penanganan pandemi Covid-19. Pemangkasan anggaran tersebut berimbas pada target program tahun ini yang mayoritas menyasar pada infrastruktur jalan. “Hal ini tentunya berpengaruh terhadap target-target kerja kita berkaitan dengan peningkatan dan pembangunan jalan,” kata dia.

    Sejumlah pembiayaan infrastruktur jalan yang dipangkas akibat belanja langsung hanya tersisa 23,9 persen tahun ini. “Tapi alokasi untuk pemeliharaan jalan dan jembatan itu masih tetap dipertahankan. Jadi masih sama targetnya 2.360 kilometer untuk pemeliharaan jalan,” kata Koswara.

    Koswara mengatakan, selebihnya target pengerjaan dipangkas. Di antaranya pekerjaan peningkatan jalan yang awalnya ditargetkan sepanjang 68,59 kilometer setelah refocusing dipangkas hanya untuk 3,1 kilometer. “Jadi cukup jauh perubahannya. Peningkatan jalan tadi misalnya tinggal 3,1 kilometer,” kata dia.

    Pemangkasan anggaran tersebut membuat tahun ini tidak ada anggaran untuk membangun jalan baru. “Kemudian pembangunan jalan, yang asalnya 2,55 kilometer, menjadi 0. Kita tidak punya kegiatan untuk pembangunan jalan,” kata Koswara.

    Koswara mengatakan, pemangkasan anggaran tersebut juga berimbas pada proyek perbaikan drainase jalan. Proyek drainase yang direncanakan sepanjang 25,6 kilometer kini dipangkas cukup untuk 2,6 kilometer.

    Begitu juga untuk anggaran perbaikan dan rehabilitasi jalan juga dipangkas. “Perbaikan jalan, target awalnya 1.378,95 kilometer, itu sisanya tinggal 500 meter. Rehabilitasi jalan tinggal 48 meter dari 123,65 kilometer. Kemudian pembangunan jembatan tidak ada,” kata Koswara.

    Koswara mengatakan, proyek infrastruktur masih ada yang dipertahankan berjalan. “Kegiatan yang tersisa di 2020 itu ada 4 proyek yang masih berjalan. Yang pertama fly-over di Jalan Jakarta karena lanjutan, dan fly-over di jalan Laswi karena lanjutan juga. Kita fokuskan untuk selesai,” kata dia.

    Dua proyek lainnya adalah Jembatan Leuwigajah di Cimahi, serta ruas jalan Sagaranten. “Ada jembatan di Leuwigajah yang asalnya kita mau selesaikan tahun ini, menjadi bertahap. Tahap satu untuk bangunan bawah saja di 2020, dan sisanya carry-over di 2021. Selanjutnya ruas jalan baru Sagaranten, 3,1 kilometer, ini relokasi akibat bencana jalan amblas,” kata Koswara.

    Koswara mengatakan, dari 90 total paket lelang pengerjaan kegiatan di dinasnya, yang masih berjalan hanya 6 paket. “Kegiatan lelang yang masih berjalan dan menjadi kontrak diselesaikan tinggal 6 paket. Kemudian sisanya, 84 paket akan di carry-over di 2021,” kata dia.

    Koswara mengatakan, pengerjaan proyek Masjid Raya Al-Jabbar yang berdiri di atas danau buatan di Gedebage Kota Bandung yang ditargetkan rampung tahun depan, diperkirakan molor. “Bahwa anggarannya mengalami pergeseran. Al-Jabbar tahun ini, kita hanya mengerjakan pekerjaan luarnya saja, karena teralokasi hanya Rp 31,5 miliar dari kebutuhan Rp 360 miliar. Sisanya kita geser tahun depan,” kata dia.

    Sebagian besar pergeseran anggaran tahun ini untuk menangani pandemi Covid-19. Diantaranya menambah anggaran tidak terduga untuk yang digunakan diantaranya untuk pembelian alat tes baik PCR mau pun Rapid-Test. “Ribuan rapid-test yang sudah dilakukan di provinsi Jawa Barat, itu semuanya menggunakan logistik dari berbagai sumber. Salah satunya dari APBD, melalui BTT (belanja tidak terduga). Total anggaran yang dikeluarkan APBD dalam pengendalian Covid di Jawa Barat sampai dengan BTT3 hampir Rp 400 miliar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hutama Gelung Sakti, Selasa, 23 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?