Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat karena Sentimen Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

    Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat 19 Juni 2020, dengan penguatan 17,02 poin atau 0,35 persen ke level 4.942,27. Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia disebut menjadi salah satu penopang penguatan indeks pekan ini. 

    Indeks melenggang di zona hijau sejak awal perdagangan, bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 4.970,06. Adapun titik terendah indeks hari ini di level 4.927,37. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 165 saham menguat, 248 saham melemah, dan 156 lainnya stagnan.

    Adapun total transaksi yang terjadi di perdagangan terakhir pekan ini mencapai Rp7,25 triliun, dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp653,44 miliar.

    Sejumlah saham big caps menjadi sasaran aksi jual asing. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau TLKM menempati urutan pertama yang paling banyak dilego asing dengan nilai net foreign sell sebesar Rp184,0 miliar.

    Mengekor TLKM, ada PT Bank Central Asia Tbk. alias BBCA yang juga dilego asing dengan nilai jual bersih  mencapai Rp133,6 miliar. 

    Saham perbankan lainnya, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga sama-sama ada dalam daftar saham teratas yang dilepas asing. Ketiganya mencatatkan net foreign sell masing-masing Rp32,4 miliar, Rp22,6 miliar, dan Rp18,8 miliar di pasar reguler.

    Sementara itu, kinerja positif IHSG juga kompak dengan mayoritas bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,55 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hongkong tercatat naik 0,73 persen.

    Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai hari ini indeks menguat 17 poin dengan beberapa emiten blue chip yang menguat seperti GGRM, INTP, INKP, SMGR. 

    Menurutnya, penurunan tingkat suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate kemarin cukup membantu sehingga pelaku pasar menjadi lebih optimis. 

    Sementara itu analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan penguatan IHSG hari ini terdampak dari penguatan indeks bursa global dan regional yang mayoritas menguat. 

    Dia memproyeksikan pekan depan IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Adapun sentimen yang akan memengaruhi utamanya berasal dari peningkatan virus corona dan perkembangan kasus-kasus geopolitik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?