Menteri PUPR Tinjau Infrastruktur Kalteng untuk Lumbung Pangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkunjung ke Provinsi Kalimantan Tengah, guna meninjau infrastruktur di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas terkait rencana pengembangan lumbung pangan atau food estate.

    "Terkait pengembangan ini kami pilih yang tanahnya aluvial, yakni di sejumlah lokasi seperti daerah Dadahup, Palingkau dan beberapa lainnya," kata Basuki di Palangka Raya, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Sejumlah infrastruktur yang ditinjau, di antaranya jalan, irigasi, hingga tata ruang terkait food estate. Ia ingin melihat secara langsung kondisi lahan yang akan dijadikan lokasi pengembangan program pemerintah pusat tersebut.

    Dalam kegiatan itu, ia didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Kepala Dinas PUPR dan Kepala Disperkimtan Kalteng, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

    "Ini kalau kita masuk, irigasi akan diperbaiki serta dilengkapi teknologi yang memadai. Jadi lebih kepada intensifikasi, yakni meningkatkan indeks pertanaman," katanya.

    Untuk itu pihaknya memilih luasan lahan sekitar 164 ribu hektare, terdiri dari sekitar 85 ribu hektare yang sawahnya sudah dibuka dan sekitar 79 ribu hektare yang sawahnya belum dibuka.

    "Ini saya mau cek, mana yang 85 ribu hektare dan mana yang 79 ribu hektare, supaya berhasil jadi fokus di situ dulu," ungkapnya.

    Sugianto menegaskan, guna menyukseskan rencana pemerintah pusat yang ingin menjadikan wilayah setempat sebagai salah satu lumbung pangan nasional, pihaknya siap bekerja keras dan berkolaborasi bersama seluruh jajaran.

    Dalam hal ini penyiapan atau penyediaan infrastruktur yang memadai merupakan suatu keharusan, agar rencana pengembangan sektor pertanian secara maksimal bisa dilakukan di Kalteng.

    "Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, baik Kementerian PUPR, Pertanian dan lainnya. Baik melengkapi infrastruktur berupa irigasi, kelistrikan hingga pelabuhan," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.