Kata Erick Thohir Soal Mundurnya Aramco di Proyek Kilang Cilacap

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 November 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menjelaskan soal batalnya kerja sama Pertamina dengan Saudi Aramco dalam proyek pengembangan kilang di Cilacap. Menurut dia, rencana tersebut mesti diakhiri karena tidak kunjung berjalan.

    "Kalau ada kerja sama-kerja sama yang awalnya diinginkan tetapi memang, mohon maaf, sudah telat lama enggak bisa jalan, sudah waktunya diakhiri," ujar Erick dalam konferensi video, Jumat, 12 Juni 2020.

    Ia pun meyakini perseroan bisa mendapat mitra baru untuk proyek tersebut, mengingat Indonesia unggul dalam hal pasar dan sumber daya alam yang besar.

    Kalau pun tidak menggandeng mitra anyar, Erick mengatakan perseroan bisa membuatnya sendiri. Yang penting, ada batasan waktu yang jelas dalam pengerjaan proyek tersebut.

    "Kami enggak mau kerja sama ini sudah berjalan tahunan tapi enggak jalan, itu kami enggak mau karena lost oportunity, sedangkan supply chain sangat dipentingkan," kata dia.

    Sebelumnya, Pertamina menyatakan bakal mempercepat pembangunan kilang hijau atau biorefinary di Cilacap usai Aramco memutuskan untuk mundur dari pengembangan proyek tersebut.

    Kala itu, Direktur Megaproyek & Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan setelah hubungan kerja sama dengan Saudi Aramco selesai, Pertamina memiliki kesempatan untuk mengebut pengerjaan proyek kilang hijau Cilacap. Adapun, pembangunan kilang hijau tersebut merupakan bagian proyek Refinary Development Master Plan (RDMP) di Cilacap.

    "Karena ini sifatnya modifikasi, mungkin 2022 sudah bisa beroperasi biorefinary skala kecil di sana [Cilacap]," katanya, seperti dikutip Bisnis.com, Ahad 7 Juni 2020. Sebelumnya, Ignatius menuturkan bahwa kerja sama Saudi Aramco dengan Pertamina berakhir pada April 2020 setelah pernah diperpanjang pada akhir Desember 2019.

    Pada April 2020, pihaknya berkomunikasi secara intens dengan pihak Saudi Aramco untuk meminta kejelasan kerja tersebut. Namun, pihak Saudi Aramco menyatakan mundur dari proyek tersebut.

    Ignatius mengungkapkan bahwa pihak Aramco memandang proyek Kilang Cilacap tersebut sangat penting bagi Indonesia. Dengan demikian, pihaknya tidak mau menghambat proses pengerjaannya.

    "Aramco menyampaikan bahwa silakan dilakukan Pertamina membangun kilang dan mengingat Saudi Aramco masih fokus dengan hal lain silakan untuk melanjutkan, artinya mereka tidak bisa bergabung untuk bekerja sama membangun Kilang Cilacap," katanya.

    Ignatius mengatakan bahwa pihak Saudi Aramco masih terbuka untuk melakukan kerja sama untuk proyek-proyek yang ada nantinya. Pada saat ini, Pertamina sedang dalam proses untuk mencari mitra bisnis baru sambil mempersiapkan proses pengembangan selanjutnya.

    Bagi Pertamina, mitra bisnis sangat diperlukan dalam proyek-proyek pembangunan ataupun pengembangan kilang guna memitigasi risiko bisnis. "Lahan sudah clear sambil coba peluang apa yang bisa kita bangun lebih dahulu sambil tunggu partner baru, mempersiapkan skema bisnis dengan belajar dari partner Saudi Aramco atau kerja sama lainnya yang tidak lanjut," ungkapnya.

    Proyek pengembangan Kilang Cilacap guna meningkatkan kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu barel akan meningkat menjadi 370 ribu barel per hari (bph). Dengan pengembangan tersebut, pengolahan atau produksi bensin juga akan meningkat dari 59.000 menjadi 138 ribu bph diikuti dengan peningkatan produksi diesel menjadi 137 ribu dari 82 ribu.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.