Biaya Transportasi Naik Saat New Normal, Pemerintah Kaji Subsidi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Ikatan Alumni Lalu Lintas Sekolah Tinggi Transportasi Darat (IKALL/STTD) membagikan paket sembako kepada pengemudi angkutan umum secara

    Anggota Ikatan Alumni Lalu Lintas Sekolah Tinggi Transportasi Darat (IKALL/STTD) membagikan paket sembako kepada pengemudi angkutan umum secara "drive thru" di Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2020. ANTARA-HO-Sudin Perhubungan Jakarta Selatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan akan ada kenaikan biaya operasional transportasi pada era normal baru alias New Normal. Pasalnya, operator perlu menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak untuk mencegah adanya penularan Covid-19.

    Artinya, di satu sisi operator transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodir protokol kesehatan, dan di sisi lain pendapatan mereka berkurang akibat keterisian penumpang yang minim. Atas persoalan itu, Budi mengatakan pemerintah akan mencarikan solusi.

    “Kenaikan tarif tidak serta-merta bisa dilakukan karena akan membebankan masyarakat, sehingga perlu adanya solusi apakah pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan lainnya,” ujar Menhub Budi Karya dalam keterangan tertulis, Ahad, 7 juni 2020.

    Untuk mencari solusi masalah itu, Budi Karya mengatakan perlunya kolaborasi dan saling dukung dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat. “Tantangan itu harus kita hadapi bersama sesuai prinsip 'berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing' sesuai dalam tradisi kegotongroyongan kita,” ujarnya.

    Budi Karya menegaskan, transportasi publik yang dahulu menjadi moda dan sarana berkumpul dan berkegiatan, di era New Normal ini harus berubah dengan mengutamakan aspek kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, para pengguna dan penyelenggara atau operator transportasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur atau protokol baru yang berbasis pada kesehatan dan kebersihan serta physical distancing.

    “Misalnya memakai masker dalam bertransportasi dan menjaga jarak nantinya akan menjadi hal yang biasa. Ini akan menjadi budaya baru dalam bertransportasi. Namun untuk menjadi budaya baru pastinya memerlukan pemikiran yang mendasar dan sangat mendalam dari kita semua,” tutur Budi Karyai. 

    Saat ini, kata Budi, Kemenhub menggandeng UGM, UI, ITB, dan ITS untuk melaksanakan sejumlah kajian yang menghasilkan policy paper dari berbagai sudut pandangb. Hal ini akan menjadi ahan penyusunan kebijakan sektor transportasi menghadapi kebiasaan baru atau New Normal

    Budi Karya pun mengajak kepada seluruh perguruan tinggi untuk terus aktif memberikan masukan kepada pemerintah dan turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat. "Peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan sangat penting, dalam upaya memitigasi dampak Covid-19 dan kesiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau New Normal,” kata dia.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.