New Normal, Dirut Garuda: Penumpang Pesawat Jangan Seperti di ICU

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di  pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat 1 Mei 2020 malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri geelombang kedua dengan memulangkan 347 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Lutfi Andaru

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat 1 Mei 2020 malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri geelombang kedua dengan memulangkan 347 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Lutfi Andaru

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan melakukan sejumlah penyesaian, baik di luar maupun dalam kabin pesawat, untuk menyongsong masa normal baru atau new normal. Salah satunya, perseroan memastikan bakal membekali kru kabin dengan alat perlindungan diri.

    Namun, alat perlindungan diri yang dipakai kru kabin tidak akan seperti tenaga medis di rumah sakit. "Kami diskusi dengan banyak pihak. Ini kan industri penerbangan, industri kebahagiaan. Jangan Anda masuk ke pesawat seperti masuk di ICU," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat, 5 Juni 2020.

    Meski begitu, sebagai bentuk pengamanan, Irfan menjelaskan nantinya kru kabin akan mengenakan face shield atau penutup wajah selain masker. Sehingga, kata dia, pelayanan kru terhadap penumpang menjadi optimal.

    Di samping menyiapkan kru, pada masa new normal, perusahaan akan tetap menerapkan pembatasan jumlah penumpang di dalam pesawat. Adapun kapasitas yang disediakan adalah 50 persen dari total kursi yang ada. Kebijakan ini sesuai dengan aturan yang diterapkan pemerintah.

    Dengan begitu, Garuda akan mengusulkan adanya kenaikan tarif tiket pesawat kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan lantaran kebijakan tersebut berimplikasi terhadap ongkos operasional. "Namun kami pastikan harga yang ditawarkan tetap masuk akal. Kami tidak akan mengambil kesempatan dalam keadaan seperti ini," tutur Irfan.

    Selanjutnya, untuk mencegah penularan virus corona, manajemen perusahanaan akan meniadakan majalah penerbangan dan menggantinya dengan fitur digital. Minuman yang disediakan oleh kru pun bakal dikemas dalam botol.

    Sebagai tambahan layanan kepada penumpang, Irfan merencanakan perusahaan akan memberikan perlengkapan keamanan atau safety kit kepada penumpang, seperti masker. Safety kit ini sekaligus menjadi bentuk cenderamata.

    "Kami pikirkan apa saja yang pas, yang tidak terlalu mahal tapi menarik untuk sekaligus jadi oleh-oleh atau cenderamata," ucapnya.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.