Masa Pandemi, Ini Cara Kemendag Agar Ekspor Tetap Jalan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat operasi pasar di Pasar Induk Senen Jakarta, Pasar Serpong dan Pasar Modern BSD Tangerang Selatan.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat operasi pasar di Pasar Induk Senen Jakarta, Pasar Serpong dan Pasar Modern BSD Tangerang Selatan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menjaga kinerja ekspor nonmigas, khususnya pada sektor manufaktur, di tengah masa pandemi COVID.

    “Kemendag terus mengambil upaya peningkatan ekspor baik melalui pembinaan eksportir, promosi dagang, maupun diplomasi,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan melalui pesan elektronik diterima di Jakarta, Jumat 5 Juni 2020. 

    Selain itu, kata Kasan, Kemendag tetap melakukan perundingan dagang dengan negara mitra untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan.

    “Tentunya upaya-upaya peningkatan ekspor lainnya juga terus kami dorong, baik dari peningkatan kapasitas pelaku ekspor Indonesia, pengembangan produk ekspor untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, serta penyediaan berbagai informasi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia,” kata Kasan.

    Tak hanya di sektor manufaktur, lanjut dia, Kemendag juga mendorong peningkatan ekspor produk lainnya seperti produk makanan dan produk pertanian.

    Caranya yakni dengan memaksimalkan fungsi perwakilan dagang yang tersebar di 23 negara di dunia.

    “Kami berupaya untuk tetap mempertahankan pasar yang sudah ada serta membuka pasar baru dengan melihat peluang yang timbul di negara mitra dagang akibat pandemi ini,” pungkas Kasan.

    Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistk (BPS), neraca perdagangan non-migas Indonesia pada periode Januari-April 2020 mengalami surplus sebesar 5,56 miliar dolar AS melonjak dibandingkan dengan surplus periode Januari-April 2019 yang hanya sebesar 421,0 juta dolar AS.

    Nilai ekspor non-migas Indonesia pada periode Januari-April 2020 sebesar 51,07 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 3,19 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode Januari-April 2019.

    Adapun ekspor sektor manufaktur periode Januari-Maret 2020 mencapai 20,24 miliar dolar AS atau naik 5,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019, atau 51,22 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut.

    Adapun produk manufaktur dengan kenaikan nilai ekspor tertinggi di antaranya produk logam, elektronik, alas kaki, otomotif, dan peralatan medis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.