Arus Balik, Kemenhub Klaim Lalu Lintas Semarang - Jakarta Lengang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan di area pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perhubungan memprediksi potensi lonjakan arus balik lebaran 2020 akan terjadi pada 30 Mei - 1 Juni, sehingga pengawasan di sejumlah titik pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) akan diperketat. ANTARA

    Petugas kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan di area pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perhubungan memprediksi potensi lonjakan arus balik lebaran 2020 akan terjadi pada 30 Mei - 1 Juni, sehingga pengawasan di sejumlah titik pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) akan diperketat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengklaim arus lalu-lintas Semarang-Jakarta lengang di masa arus balik Lebaran. Arus balik diperkirakan mencapai puncak pada 31 Mei hingga 1 Juni.

    "Saya lihat kemarin (Ahad, 31 Mei), jumlah mobil itu sedikit sekali yang berhasil masuk ke tol," tutur Budi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2020.

    Budi memastikan, sejumlah aparatur lapangan yang terdiri atas Polisi, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP telah melakukan penyekatan di beberapa titik untuk mengantisipasi pergerakan pemudik ilegal. Adapun kondisi yang sama juga terjadi di lalu-lintas sekitar Cirebon menuju Semarang.

    Meski begitu, Budi mengingatkan supaya petugas tetap waspada terhadap pelbagai kemungkinan lantaran puncak balik masih akan terjadi hari ini. Ia meminta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkomimpda lebih tegas memperkuat penjagaan di wilayah-wilayah penyekatan.

    Sebab, kata dia, saat ini pemerintah harus terus mengamankan seluruh wilayah dari penyebaran virus corona. Salah satu wilayah yang menurut Budi harus dijaga ketat adalah Banyumas dan Purbalingga. Sebab, menurut dia, saat ini tidak ada penyekatan.

    "Kalau di sini tidak disekat, dampaknya di Pejagan nanti akan membludak jumlahnya (kendaraan)," ucapnya.

    Dia khawatir membludaknya kendaraan akibat tidak adanya penyekatan akan berimbas di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 yang berbatasan langsung dengan Jakarta. "Di KM 47 jumlah personil yang bertugas memang banyak, tapi tidak ada artinya kalau terjadi antrian 2-3 kilometer,” tuturnya.

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebelumnya mencatat, sebanyak 361.932 kendaraan telah bergerak menuju arah Jakarta selama periode hari kedua Lebaran hingga H+5 Lebaran atau 25-30 Mei 2020. Angka itu turun 69,96 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    "Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta, sebesar 34,6 persen dari arah timur; 34,3 persen dari arah Barat; dan 31,1 persen dari arah selatan," ujar
    Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Ahad, 31 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.