Bumi Resources Merugi USD 35,09 Juta Kuartal I 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Berdasarkan data RTI pukul 10.16 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk turun 4,94 persen menjadi Rp 77 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.614 kali dengan volume perdagangan saham 1.190.528. Nilai transaksi harian sahamnya mencapai Rp 9,3 miliar. Harga saham BUMI sempat berada di level tertinggi Rp 82 dan terendah Rp 75 per saham. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Berdasarkan data RTI pukul 10.16 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk turun 4,94 persen menjadi Rp 77 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.614 kali dengan volume perdagangan saham 1.190.528. Nilai transaksi harian sahamnya mencapai Rp 9,3 miliar. Harga saham BUMI sempat berada di level tertinggi Rp 82 dan terendah Rp 75 per saham. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk mencatat kerugian bersih sebesar US$ 35,09 juta pada kuartal I 2020.

    Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava menjelaskan, kerugian yang dialami BUMI disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya penurunan tajam harga batu bara yang dimulai sejak akhir 2018 akibat perang dagang. Hal ini juga ditambah dengan komoditas batubara mencatatkan harga terendah pada kuartal I 2020 karena pandemi virus corona. "Hal ini mempengaruhi permintaan batubara di seluruh dunia,” katanya.

    Berdasarkan keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, 30 Mei 2020, pencapaian emiten berkode saham BUMI amat berbeda bila dibandingkan dengan catatan kuartal I 2019. Kala itu, BUMI mencatatkan laba bersih sebesar US$ 48,44 juta.

    Hal lain yang menjadi penyebab kerugian adalah kegiatan usaha yang dilakukan salah satu anak usaha BUMI, Arutmin Indonesia. Mereka memproduksi lebih banyak batu bara berkalori tinggi sehingga menaikkan strip ratio. Selain itu, kontribusi keuntungan yang diterima dari anak usaha BUMI juga turun.

    Penurunan juga terjadi pada laba usaha emiten. Pada kuartal I 2020, BUMI mencatatkan keuntungan US$ 72,3 juta atau turun 49 persen dari perolehan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 141,76 juta.

    Sementara itu, pendapatan BUMI pada kuartal I 2020 tercatat sebesar US$ 1,07 miliar. Pencapaian ini turun 4,46 persen dibandingkan pendapatan pada kuartal I 2019 sebesar US$ 1,12 miliar.

    Di sisi lain, volume penjualan mengalami kenaikan 3 persen dari 20,8 juta ton pada kuartal I 2019 menjadi 21,5 juta ton pada tahun ini. Kenaikan terbesar disumbang dari anak usaha BUMI, Arutmin Indonesia yang tumbuh 9 persen menjadi 6,3 juta ton dari sebelumnya 5,7 juta ton.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.