Bank Indonesia: Dampak PSBB, Permintaan Tenaga Kerja Berkurang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    Ilustrasi atau logo Bank Indonesia (BI). Dok. TEMPO/ Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, JakartaBank Indonesia menilai pandemi Covid-19 berpotensi mempengaruhi perkembangan ketenagakerjaan Indonesia pada 2020.

    "Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memitigasi penyebaran pandemi Covid-19 di beberapa wilayah berdampak pada berkurangnya aktivitas produksi dan investasi sehingga mengurangi permintaan tenaga kerja," tulis Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Kebijakan Moneter Kuartal I/2020, Jumat 29 Mei 2020.

    Hal tersebut tercermin pada penurunan indeks job vacancy secara signifikan pada April 2020. 

    Menurut BI, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi optimisme konsumen dan pelaku usaha. Keyakinan atas kegiatan usaha dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja yang turun signifikan pada April 2020.

    "Ini mengindikasikan tekanan pada kondisi ketenagakerjaan di Indonesia pada 2020."

    Dikutip dari laporan tersebut, BI melihat kondisi ketenagakerjaan di Indonesia cukup baik sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

    Dari data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,99 persen pada Februari 2020, stabil dibandingkan dengan angka periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen.

    Perkembangan ini dipengaruhi penurunan tingkat pengangguran di wilayah perkotaan yang menahan dampak peningkatan pengangguran di pedesaan.

    Pada Februari 2020, TPT perkotaan menurun menjadi 6,15 persen dari 6,30 persen pada Februari 2019.

    Sementara itu, TPT di pedesaan sedikit meningkat dari 3,45 persen pada Februari 2019 menjadi 3,55 persen pada Februari 2020. Perkembangan TPT yang secara keseluruhan relatif stabil disertai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang cenderung tetap di kisaran 69 persen.

    Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja pada Februari 2020 melambat sejalan pelemahan ekonomi.

    Pada Februari 2020, penyerapan tenaga kerja tumbuh 1,29 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja pada Februari 2019 yang tumbuh 1,8 persen (yoy).

    Secara sektoral, perlambatan serapan tersebut disumbang terutama oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) dan sektor Konstruksi, sejalan dengan kinerja sektor tersebut yang melambat pada kuartal I/2020.

    Selain itu, pertumbuhan serapan tenaga kerja di sektor pertanian dan pertambangan juga masih terkontraksi, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekspor komoditas pertanian dan pertambangan pada triwulan berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.