Siapkan SDM Konstruksi, PUPR Rancang Program S2 Super Spesialis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan ke Terowongan Nanjung dan proyek Floodway Cisangkuy, Senin, 13 Januari 2020. (Foto: Tatang/Humas Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan ke Terowongan Nanjung dan proyek Floodway Cisangkuy, Senin, 13 Januari 2020. (Foto: Tatang/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Sepuluh Nopember dan Universitas Diponegoro menyiapkan program S2 "super spesialis" bagi SDM konstruksi.  

    “Bukan engineering master, itu umum. Program yang didesain Kementerian PUPR bersama empat universitas tadi adalah super spesialis yang akan diakui sebagai Master (S2) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Misalnya di Undip, Master of Reservoir Operation,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

    Menteri Basuki mengatakan program super spesialis dilakukan selama 18 bulan di mana satu semester dilakukan di kelas dan dua semester di lapangan dengan mentor. Program ini didesain untuk satu kelas yang terdiri dari maksimal 10 mahasiswa berdasarkan penugasan dari institusinya.

    Menteri PUPR Basuki juga meminta agar BUMN Karya mengirimkan stafnya untuk menjadi mahasiswa program ini. Dia menuturkan sudah banyak infrastruktur yang dibangun, tapi pola operasinya belum dilakukan berdasarkan prinsip keilmuan. 

    “Melalui program ini mudah-mudahan akan memberikan dampak pada peningkatan kualitas industri konstruksi kita yang lebih baik,” kata Menteri Basuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.