IHSG Melemah, Pasar Khawatir Pelonggaran PSBB

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu sore, 13 Mei 2020, memerah karena pengaruh kekhawatiran pasar terkait rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah.

    IHSG ditutup melemah 34,38 poin atau 0,75 persen ke posisi 4.554,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,2 poin atau 1,06 persen menjadi 674,47.

    "Setimennya sekarang bergeser ke pesimisme terkait pembukaan ekonomi secara bertahap. Kalau dari dalam negeri kelihatannya investor khawatir terkait pelonggaran PSBB di tengah masih tingginya kasus baru," kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.

    Secara sektoral, delapan sektor terkoreksi dimana sektor industri dasar turun paling dalam yaitu minus 2,95 persen, diikuti sektor aneka industri dan sektor perdagangan masing-masing minus 1,41 persen dan minus 1,06 persen.

    Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor konsumer dan sektor pertanian masing-masing sebesar 0,56 persen dan 0,19 persen.

    Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp774,35 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 500.150 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,72 miliar lembar saham senilai Rp5,45 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 246 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 99,4 poin atau 0,49 persen ke 20.267,1, indeks Hang Seng melemah 65,4 poin atau 0,27 persen menjadi 24.180,3, dan indeks Straits Times melemah 14,57 poin atau 0,56 persen ke 2.573,24.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).