Ada WFH, Penjualan Produk Fesyen di Blibli Naik 2 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Blibli.com. (wikipedia.org)

    Logo Blibli.com. (wikipedia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Fashion Wanita Category Blibli, Desey Muharlina Bungsu mengatakan penjualan produk kategori fesyen di Blibli meningkat hingga dua kali lipat. Masyarakat yang biasanya berbelanja ke ritel modern mulai beralih ke berbagai platform daring.

    "Kita dapat customer baru sejak work from home (WFH) karena banyak yang biasa belanja offline, mereka akhirnya belajar belanja online," katanya di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2020.

    Namun, Desey tidak menampik bahwa ada tantangan tersendiri menjual produk-produk fesyen untuk kebutuhan Lebaran di tengah tahun ini.

    Pasalnya, masyarakat lebih mencari busana yang juga bisa digunakan untuk menghadiri acara lain alih-alih membeli busana muslim khusus untuk momen Lebaran.

    "Untuk busana muslim dan fesyen tetap dicari, tapi yang dicari tetap yang nyaman. Fesyen ini kan bukan hanya digunakan saat ini tapi juga untuk yang jangka panjang," tutur Desey.

    Untuk meningkatkan penjualan produk fesyen pada Lebaran tahun ini, Blibli menggandeng 12 label busana lokal ternama yang terbagi dalam sembilan koleksi modest wear dan tiga koleksi non-modest wear.

    Untuk kategori modest wear terdiri dari Buttonscarves, Diario x Nagita Slavina, Kami., Iskanti, PuruKambera Apparel, Ria Miranda, Vivi Zubedi, ZytaDelia x Mega Iskanti, dan Zyta Delia Kartini. Sedangkan kategori non modest terdapat Calla the Label, Kala Studio, dan ATS the Label.

    Sesuai tren terkini, menurut Desey, Blibli menghadirkan lebih dari 200 style eksklusif Ramadan. Setiap brand telah menciptakan beragam fashion items seperi outerwear, gamis, hijab, dan scarf dengan gaya kontemporer dalam berbagai warna.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.