IHSG Loyo Terseret Bursa Saham Asia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi melemah seiring penurunan bursa saham Asia.

    Pada pukul 09.31 WIB, IHSG melemah 3,83 poin atau 0,08 persen ke posisi 4.635,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,64 poin atau 0,24 persen menjadi 693,65.

    "IHSG diperkirakan melemah terbatas pada perdagangan hari ini bersamaan dengan perkiraan potensi menurunnya saham Asia setelah saham AS ditutup melemah. Namun, tekanan IHSG sedikit dapat tertopang oleh stabilitas rupiah," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengonfirmasi kemungkinan pembubaran gugus tugas penanganan COVID-19 di tengah rencananya ingin membuka kembali kegiatan ekonomi. Pembubaran itu akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan.

    Pihak lain berpendapat bahwa Trump mengorbankan kesehatan masyarakat Amerika dalam keinginannya untuk membuka kembali ekonomi AS menjelang pilpres pada November mendatang.

    AS saat ini menjadi negara dengan jumlah kematian akibat COVID-19 terbanyak yakni 77.280 jiwa dengan total 1,3 juta kasus positif.

    Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kabar pemulihan ekonomi secara bertahap yang beredar dalam bentuk infografis, masih bersifat kajian.

    Infografis tersebut menggambarkan fase-fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri yang dimulai pada 1 Juni hingga Juli 2020, dengan skenario tersebut dirinci menjadi lima fase.

    Pemerintah saat ini terus melakukan kajian berbagai langkah-langkah yang bisa memfokuskan pada penanganan COVID-19, yakni meminimalkan penyebaran dan mencegah bertambahnya korban jiwa dan melihat kondisi sosial ekonomi pascapandemi ini berakhir.

    Kebijakan pembatasan aktivitas sosial yang dilakukan banyak negara memang berdampak pada penurunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi terkontraksi selama pembatasan sosial dan penguncian (lockdown) diterapkan di beberapa negara.

    Bursa saham regional Asia Selasa pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 41,5 poin atau 0,2 persen ke 20.349,2, indeks Hang Seng melemah 375,5 poin atau 1,53 persen menjadi 24.226,6, dan indeks Straits Times melemah 29,09 poin atau 1,11 persen ke 2.582,22.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.