Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Harga BBM Indonesia Dianggap Masih Kompetitif di ASEAN

Reporter

image-gnews
Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Pertamina Dex turun harga dari semula Rp 11.700 menjadi Rp 10.200 per liter, dan Dexlite turun harga dari semula Rp 10.200 menjadi Rp 9.500 per liter. Tempo/Tony Hartawan
Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Pertamina Dex turun harga dari semula Rp 11.700 menjadi Rp 10.200 per liter, dan Dexlite turun harga dari semula Rp 10.200 menjadi Rp 9.500 per liter. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menegaskan, harga BBM di tanah air masih sangat bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tengara sehingga diduga turut menjadi pertimbangan Pemerintah belum menurunkan harga BBM.

"Harga BBM di Indonesia saat ini masih cukup kompetitif dengan harga jual BBM di sejumlah negara tetangga, seperti Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, dan Singapura," katanya di Jakarta, Senin, 5 Mei 2020.

Berdasarkan data globalpetrolprice.com, lanjutnya, untuk bensin gasoline 95 misalnya, Indonesia berada pada level Rp 8.496 per liter lebih murah dibandingkan Thailand, Rp 10.944 per liter, Laos Rp 15.552 per liter, Filipina Rp 11,376 per liter, atau Singapura Rp 20.160 per liter.

Sedangkan jenis solar untuk gasoil, Indonesia berada pada Rp 9.072 per liter, di bawah Laos Rp 12.672 per liter atau Singapura Rp 16.560 per liter.

Selain harga BBM yang masih kompetitif, Komaidi menduga kondisi sosial-ekonomi dunia dan domestik yang "tidak normal" terutama terkait pandemi Covid-19 juga menjadi basis pemerintah untuk belum menurunkan harga BBM.

"Termasuk di antaranya, karena adanya penurunan tingkat konsumsi dan aktivitas masyarakat akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran di rumah saja," kata dia.

Sementara VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman menegaskan, dalam "kondisi normal," Pertamina sudah dua kali menurunkan harga BBM pada tahun ini yakni pada awal tahun terhadap BBM JBU, Pertamax series dan Dex series.

Demikian juga tahun lalu, lanjutnya, tidak dilakukan kenaikan harga, namun justru penurunan harga. Sementara BBM jenis Biosolar dan Premium, sejak April 2016 tidak pernah mengalami kenaikan harga.

Sedangkan dalam kondisi ekonomi dunia "tidak normal" karena pandem Covid-19, Pertamina juga tidak diam, tambahnya, namun terus memonitor dinamika harga minyak mentah, sekaligus mempertimbangkan prioritas penyediaan energi dalam negeri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Termasuk di antaranya, mencermati perundingan negara OPEC dan non OPEC awal April 2020. Dalam perundingan tersebut, OPEC sepakat untuk memotong produksi minyak dunia sebesar 9,7 juta barel per hari, pada Mei dan Juni 2020.

Meski dalam posisi mencermati, Fajriyah menegaskan, saat ini harga BBM di Indonesia masih kompetitif dibandingkan dengan BBM di ASEAN.

"Bahkan untuk di SPBU di Indonesia, BBM Pertamina juga paling murah," katanya.

Pertimbangan lain yang harus dicermati, lanjutnya, adalah kurs rupiah yang saat ini melemah dan konsumsi BBM yang jauh menurun.

"Di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan Medan, penurunan (konsumsi bbm) bahkan sangat tajam, lebih dari 50 persen," katanya.

Selain itu, Pertamina memberikan program cashback 30 persen khusus untuk pelanggan yang membeli BBM non subsidi Pertamax series dan Dex series dengan menggunakan aplikasi MyPertamina dan pembayaran dengan LinkAja.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pertamina Tambah Stok Biosolar untuk SPBU di Solo Raya di Libur Idul Adha

6 jam lalu

Warga tengah mengisi bahan bakar pada SPBU di Jakarta, Senin, 2 Oktober 2023. PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada 1 Oktober 2023 untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95. Tempo/Tony Hartawan
Pertamina Tambah Stok Biosolar untuk SPBU di Solo Raya di Libur Idul Adha

PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan biosolar rata-rata sebanyak 5 persen per hari ke stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di wilayah Solo Raya pada musim Idul Adha 2024 ini.


Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman di Libur Panjang Idul Adha

16 jam lalu

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman di Libur Panjang Idul Adha

Nicke Widyawati mengatakan operasional Pertamina lancar untuk memasok dan mendistribusikan bahan bakar untuk masyarakat pada libur lebaran kurban.


3 Faktor Demam Berdarah Jadi Penyakit Endemik di Wilayah ASEAN

16 jam lalu

Dunia tanpa Nyamuk (Keseharian):Dua pria tua bersongkok putih menutup hidung pada saat dilakukan pengasapan untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah di daerah Duren Sawit, Jakarta, 10 Mei 2008. Serangan wabah penyakit mematikan itu sering muncul di Indonesia saat peralihan musim. Fotografer ingin memperlihatkan salah satu suasana khas Indonesia: pengasapan yang rutin. Ketidakacuhan tecermin dalam sikap kedua orang tua itu.(Juara 1: ACHMAD IBRAHIM/AP)
3 Faktor Demam Berdarah Jadi Penyakit Endemik di Wilayah ASEAN

WHO dan ASEAN konsolidasi untuk menangani penyakit demam berdarah yang selalu marak di Asia Tenggara.


Pertamina Pastikan Keamanan Pasokan Energi Jelang Libur Idul Adha

1 hari lalu

Pertamina Pastikan Keamanan Pasokan Energi Jelang Libur Idul Adha

Dewan Komisaris dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan ke berbagai sarana dan fasilitas (sarfas) di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Minggu, 16 Januari 2024.


Kembangkan Ekosistem Sungai, Pertamina Dukung Festival Ciliwung

1 hari lalu

Kembangkan Ekosistem Sungai, Pertamina Dukung Festival Ciliwung

PT Pertamina (Persero) ambil bagian dalam pelestarian lingkungan, dengan Gerakan Membangun Bersih Indah Lestari Rahayu Ciliwung (Gerbang Biru Ciliwung).


Hari Demam Berdarah ASEAN, Bagaimana Awalnya?

1 hari lalu

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)
Hari Demam Berdarah ASEAN, Bagaimana Awalnya?

ASEAN Dengue Day diperingati setiap 15 Juni, upaya untuk mengurangi kasus demam berdarah utamanya di wilayah Asia Tenggara.


Indonesia Berada di Urutan Pertama, Inilah Daftar Negara di ASEAN dengan Jumlah Hari Libur Nasional Terbanyak

1 hari lalu

Ilustrasi kalender kerja. shutterstock.com
Indonesia Berada di Urutan Pertama, Inilah Daftar Negara di ASEAN dengan Jumlah Hari Libur Nasional Terbanyak

Berikut daftar negara-negara ASEAN dengan jumlah hari libur nasional terbanyak untuk tahun 2024.


Apa Alasan Rencana Pembatasan Pertalite?

1 hari lalu

Ilustrasi Pertalite. Dok.TEMPO/Aris Novia Hidayat
Apa Alasan Rencana Pembatasan Pertalite?

Alasan pembatasan Pertalite menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, bertujuan untuk memenuhi aturan standar Kementerian Lingkungan Hidup.


Terpopuler Bisnis: Kerabat Jokowi di Perusahaan Milik Negara, Cara Cek Sertifikat Tanah Online

1 hari lalu

Sigit Widyawan, Bagaskara Ikhlasulla Arif, dan Joko Priyambodo. FOTO/Instagram, X, dan antaranews.com
Terpopuler Bisnis: Kerabat Jokowi di Perusahaan Milik Negara, Cara Cek Sertifikat Tanah Online

Jokowi hari-hari ini disorot setelah dua kemenakannya diketahui menduduki posisi strategis di perusahaan milik negara, PT Pertamina (Persero).


Pertamina Trans Kontinental Raup Laba Bersih 2023 Senilai Rp1,05 Triliun

2 hari lalu

PT Pertamina Trans Kontinental atau PTK melakukan ekspansi bisnis di pas memulai operasional Transko Moloko miliknya di perairan Malaysia, Jumat, 17 Mei 2024. Humas: PTK.
Pertamina Trans Kontinental Raup Laba Bersih 2023 Senilai Rp1,05 Triliun

Pertamina Trans Kontinental membukukan laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp 1,05 triliun, meningkat 43,45 persen dibandingkan tahun 2022.